Densus 88 akan jemput pria diduga simpatisan ISIS yang ditangkap di Sumbar

PERISTIWA | 23 Mei 2018 11:19 Reporter : ER Chania

Merdeka.com - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bakal menjemput Firman Hidayat (40) terduga teroris yang diamankan pada Selasa (22/5).

"Kami menunggu kedatangan mereka (Densus 88 AT) untuk menjemput (pelaku)," kata Kapolres Sijunjung AKBP Imran Amir, Rabu (23/5) pagi.

Dari penangkapan Firman, Polres Sijunjung menyita sejumlah barang bukti. Mulai dari satu buah cangkul besi warna hijau, satu set materfroof search coil metal detector, empat buah baterai, satu potong jaket warna biru. Polisi juga menyita dua buah kartu ATM BCA, satu buah buku tabungan BCA atas nama Firman Hidayat, satu kartu rumah sakit Sentra Medika, satu pasang sarung tangan.

Polisi juga menyita satu lembar KTP Kota Depok, Jawa barat atas nama Firman Hidayat, satu lembar SIM C atas nama Firman Hidayat, satu lembar STNK, satu lembar uang Rp 100.000, satu lembar nota laundry pakaian dan satu botol obat propolis.

Ada pula cermin, masing-masing satu botol obat herbal stamina, vitamin jenis Vicomas Kurma Ajwa, satu buah gunting ukuran kecil dengan gagang berwarna hitam, satu buah gunting kuku warna silver, empat keping uang logam mata uang Arab Saudi, satu botol obat albetes, satu botol obat vitamin kulit manggis.

"Kami mencurigai ada beberapa benda yang digunakan sebagai benda pembuat bom seperti satu gulung lakban, satu unit power bank, sanitizer, dan 20 buah paku panjang sepanjang 3 sentimeter," papar Kapolres.

Selain sejumlah barang bukti yang disebutkan mantan Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumbar tersebut, sepeda motor yang dikendarai pelaku jenis Honda Mega Pro dengan nomor polisi (nopol) B 6813 BYB, tujuh bungkus vitamin stamina pria dewasa merek long headset warna biru, satu buah pengisi daya telepon genggam jenis Nokia hitam, dua buah kunci warna merah satu pengisi daya jenis Wiko warna hitam biru dan Samsung, gembok dan dua anak kunci jenis Matsu, satu buah piring warna ungu, satu telepon genggam jenis Nokia warna biru juga tak luput diamankan polisi.

"Dengan banyaknya barang bawaannya dari pulau Jawa serta beredarnya foto bersangkutan di media sosial belakangan ini membuat kami melakukan pencegahan terlebih dahulu dengan mengamankan yang bersangkutan di Mapolres," tutup pria dengan dua bunga melati di pundaknya tersebut.

Sebelumnya, pria bernama Firman Hidayat (40), warga Kemirimuka Besi Kota Depok, Jawa Barat diamankan pada Selasa (22/5) pukul 16.30 WIB di sebuah bengkel sepeda motor yang berada di Pasar Jumat Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Firman Hidayat diamankan karena diduga menjadi simpatisan jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang viral di berbagai media sosial belakangan.

Firman yang diketahui juga pernah diamankan pada tahun 2014 lalu dalam dugaan kasus serupa sebenarnya hanya bekerja sebagai pedagang minuman. Dia sempat ditangkap aparat kepolisian Polresta Depok karena memasang bendera ISIS.

Dalam penangkapannya pada empat tahun silam, polisi menemukan sejumlah barang bukti di kediamannya, diantaranya sebuah bendera gambar ISIS, laptop, sejumlah stiker bertuliskan 'Daulatul Islam Baaqiyah' serta rompi anti peluru.


Terduga teroris dikabarkan ditangkap di Sijunjung Sumatera Barat
Revisi UU Terorisme harus pastikan aparat mampu lakukan tindakan preventif
Hidayat Nur Wahid sebut Densus 88 belum sepakat soal definisi terorisme
Pascabom Surabaya dan Sidoarjo, 74 terduga teroris ditangkap di sejumlah daerah
Ditahan 7 hari tak terbukti membuat bom, Budi Sinaga dibebaskan Densus 88
14 jenazah terduga teroris dimakamkan di Komplek Mr X Sidoarjo

(mdk/noe)