Densus 88 Pasang Garis Polisi dan Geledah Kontrakan Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan

PERISTIWA | 13 November 2019 16:47 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Densus 88 menggeledah rumah kontrakan RMN alias Dedek (24), pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Kontrakan tersebut berada di Pasar I, Gang Melati 8, Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, Medan, Rabu (13/11).

"Rumah itu milik Fauziah, yang disewa terduga pelaku bersama istrinya," kata Kepala Lingkungan 6 Tanah 600, Sumini kepada wartawan.

Selain menggeledah, Densus 88 juga memasang garis polisi di rumah kontrakan tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, istri Dedek berinisial D dalam kondisi hamil.

Menurut Sumini, pagi sebelum peristiwa ledakan, penghuni kontrakan masih beraktivitas seperti biasa. Namun usai ramai berita mengenai peledakan, penghuni yang baru sebulan menyewa tersebut tidak terlihat.

"Tadi pagi masih kelihatan, tapi setelah ribut-ribut, rumahnya ditinggal dan digembok," lanjutnya.

Pantauan merdeka.com di lokasi, warga berkerumun di sekitar kontrakan Dedek untuk menyaksikan petugas menggeledah isi rumah.

Sementara itu, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto yang turut serta dalam penggeledahan belum menjelaskan barang bukti apa saja yang diamankan dari penggeledahan tersebut.

"Lokasi sekarang dipasang garis polisi. Dijaga polisi. Tim gegana melakukan penggeledahan di sana," terangnya.

1 dari 1 halaman

Geledah Rumah Pelaku

Polisi mendatangi rumah di Jalan Jangka Gang Tentram/Buntu No 89B Medan, Rabu (13/11). Rumah itu disebut-sebut sebagai alamat terduga pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan.

Sejumlah petugas kepolisian terpantau memintai keterangan pada penghuni rumah. Sementara personel berseragam berjaga di sekitar rumah. Warga pun mulai berkerumun di sekitar lokasi.

Warga menyatakan rumah itu milik keluarga RMN alias Dedek (24). Identitas Dedek beredar di kalangan wartawan sebagai terduga pelaku bom bunuh diri yang tewas di Mapolrestabes Medan.

"Tapi sejak menikah sekitar setahun lalu dia pindah dari sini. Setahu saya pekerjaannya memang ojol," kata Muhammad Fahrizal Lubis alias Ijey (32), seorang warga. (mdk/cob)

Baca juga:
Bom Polrestabes Medan, Pengemudi Ojol Tak Masalah Sulit Masuk Kantor Polisi
Pengemudi Ojek Online Khawatir Sulit Bekerja Pasca Kasus Bom Bunuh Diri di Medan
Bom Bunuh Diri di Medan, Menag Sebut Program Deradikalisasi Tetap Dilanjutkan
Polri Klaim Situasi Medan Kondusif Usai Bom Bunuh Diri di Polrestabes
Moeldoko Sebut Bom di Medan Bukan Kecolongan, Tapi Bukti Kita Perlu Waspada
Pasca Ledakan Bom di Polrestabes Medan, Kemenhub Tingkatkan Pengawasan Bandara