Densus 88 Tangkap 2 Teman Teroris Sibolga, 10 Bom Pipa & 300 Kg Bahan Peledak Disita
PERISTIWA | 14 Maret 2019 17:02 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Densus 88 Antiteror Polri menangkap dua terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara masing-masing berinisial AK alias Ameng alias Abu Halimah dan ZP alias Ogek Zul. Keduanya merupakan teman terduga teroris, Husain alias Abu Hamzah yang lebih dulu ditangkap di Sibolga.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan Ameng ditangkap di Jalan Kutilang, Kecamatan, Sibolga Selatan. Dia diketahui berperan sebagai penyandang dana dalam kelompok Sibolga.

"Dia penyandang dana untuk membeli berbagai kebutuhan untuk merakit bom, sebesar Rp 15 juta," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/3).

Dari tangan Ameng, ke polisian menyita barang bukti berupa satu buah rompi berisi 10 bom pipa dan satu kardus berisi bahan peledak yang masih diperiksa di laboratorium forensik.

Sementara Ogek yang ditangkap di Jalan Singsingmangaraja, Kota Sibolga, berperan aktif dalam merencanakan amaliah. Dia juga turut menyimpan bahan peledak.

Setidaknya, ada sekitar 300 kilogram bahan peledak yang diamankan polisi dari para terduga teroris itu. "Ini cukup besar," kata Dedi.

Tim Densus 88 terus mengembangkan penyelidikan terhadap kelompok Sibolga itu. Polisi curiga masih banyak rekan Abu Hamzah yang belum ditangkap mengingat jumlah barang bukti yang disita sangat banyak.

"Tentunya butuh anggaran yang cukup besar untuk bisa membeli bahan baku tersebut. Kita masih mendalami siapa yang berperan sebagai penyandang dana terhadap kelompok Sibolga ini," ucap Dedi memungkasi.

Sebelumnya, Husain alias Abu Hamzah ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Sibolga pada Selasa 12 Maret 2019 sekitar pukul 14.23 WIB. Dalam operasi itu, sebuah bom meledak dari dalam rumah pelaku yang melukai petugas kepolisian dan warga setempat.

Saat itu, polisi baru bisa menangkap Husain. Sementara istri dan anaknya memilih bertahan di dalam rumah yang tersimpan banyak bom rakitan. Aparat terus melakukan negosiasi untuk membujuk istri dan anak Husain menyerahkan diri.

Namun negosiasi akhirnya gagal setelah istri Husain memilih meledakkan diri menggunakan bom rakitan dari dalam rumahnya pada Rabu sekitar pukul 2.00 WIB dini hari. Istri dan anak Husain tewas dalam peristiwa tersebut.

Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Polri Selidiki Kaitan Terduga Teroris Riau dengan Ledakan di Parkir Timur Senayan
Usai Ibu Ledakkan Diri di Rumah, Keberadaan 3 Anak Teroris Sibolga Misteri
Polisi Tangkap 2 Orang di Tanjung Balai dan Tapteng Terkait Kasus Terorisme Sibolga
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Riau
Kronologi Saat Pengendara Motor di BSD Mengaku Teroris di Hadapan Polisi
Wapres JK Yakin Pemilu Aman dari Teroris Karena Kemampuan Densus 88
Pengamat: Dulu Perempuan di Belakang, Kini di Garis Depan Lakukan Aksi Terorisme

(mdk/lia)