Densus 88 Telusuri Keterlibatan Munarman Baiat ISIS Terduga Teroris di Makassar

Densus 88 Telusuri Keterlibatan Munarman Baiat ISIS Terduga Teroris di Makassar
Munarman datangi Mako Brimob. ©2017 Merdeka.com
PERISTIWA | 8 Februari 2021 19:16 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan, penyidik dari Tim Densus 88 Antiteror Polri masih mendalami dugaan keterlibatan mantan Sekretaris Jendral Front Pembela Islam (FPI) Munarman dalam kegiatan baiat ISIS terduga teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Tentunya ini semua masih didalami oleh Densus 88 terkait video tersebut, ada atau tidaknya tindak pidana kita masih menunggu proses yang dilakukan Sensus 88 Antiteror," tutur Rusdi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (8/2).

Rusdi belum dapat memastikan adanya panggilan pemeriksaan untuk Munarman. Keseluruhan terkait proses klarifikasi masih menunggu kesimpulan dari penyidik Tim Densus 88 Antiteror Polri.

"Densus 88 masih mendalami perkara tersebut. Nanti perkembangannya bagaimana terhadap perkara tersebut, kami yakin peliput bisa mengetahui semua," jelas Rusdi.

Sebelumnya, Mabes Polri memberi sinyal bakal memeriksa eks petinggi Front Pembela Islam (FPI), Munarman terkait video viral pengakuan salah satu terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap dari Makassar, Sulawesi Selatan belum lama ini.

Rekaman video berdurasi satu menit itu berisi pengakuan salah satu terduga teroris JAD yang juga simpatisan FPI Kota Makassar, Ahmad Aulia (30). Dia menyebut, Munarman turut hadir saat kegiatan baiat massal kepada Daulatul Islam atau ISIS.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menyatakan, pihaknya saat ini masih menunggu penyelidikan yang dilakukan Densus 88 Antiteror terkait beredarnya video pengakuan terduga teroris itu. Dia tak menutup kemungkinan polisi akan memanggil Munarman soal ini.

"Masih menunggu kerja dari Densus 88, namun siapapun yang terlibat dalam tindak pidana pasti akan dimintakan pertanggungjawaban hukumnya," kata Rusdi dalam keterangan tertulis, Jumat (5/2).

Untuk diketahui, video pengakuan terduga teroris itu diunggah oleh salah satu pengguna twitter, @sahaL_AS pada Kamis, 4 Februari 2021 pukul 11.41 WIB. Pria yang mengaku bernama Ahmad Aulia (30) ditangkap polisi atas tuduhan keterlibatan dengan salah satu jaringan teroris.

"Saya ditangkap pada 6 Januari 2021 di kantor polisi Polda Sulawesi Selatan. Adapun saya ditangkap atau ditahan di Polda Sulawesi Selatan karena saya berbaiat kepada Daulatul Islam, yang memimpin Daulatul Islam Abu Bakar Al Baghdadi. Saat deklarasi FPI mendukung Daulatul Islam pada Januari 2015, saya berbaiat pada saat itu bersama dengan 100 orang simpatisan dan Laskar FPI di Markas FPI di Jalan Sungai Limboto, Makassar," katanya dikutip dari video yang beredar.

Pengakuan Ahmad Aulia, sejumlah pengurus FPI turut hadir saat 100 orang simpatisan dan laskar berbaiat kepada Daulatul Islam di Markas FPI di Jalan Sungai Limboto, Makassar.

"Saya berbaiat dihadiri oleh Munarman selaku pengurus FPI pusat pada saat itu. Ustad Fauzan, Ustad Basri yang memimpin baiat pada saat itu. Dan setelah baiat saya pernah mengikuti taklim rutin FPI di Jalan Sungai Limboto sebanyak 3 kali yang mengisi acara pada saat itu, atau taklim yaitu ustad Agus dan Abdurahman selaku pemimpin Panglima FPI Kota Makassar," ucap Ahmad.

Mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman membantah pengakuan Ahmad Aulia. Munarman menyebut salah satu nama yang bisa menjelaskan secara rinci terkait kehadirannya di Makassar kala itu.

"Ada di penjelasan Agus Salim sebagai saksi," kata Munarman dalam keteranganya kepada awak media, Jumat (5/2/2021).

Sebelumnya, Polri memindahkan 26 terduga teroris dari Makassar dan Gorontalo ke Jakarta. Mereka kemudian ditahan di Rutan Cikeas, Bogor untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Densus 88 Antiteror Polri.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan 19 orang, dari total 26 terduga teroris yang dipindah ke Jakarta merupakan mantan anggota FPI Makassar.

"Dari 19 anggota yang tertangkap semua terlibat atau menjadi anggota Front Pembela Islam di Makassar," kata Rusdi saat jumpa pers terkait kedatangan 26 terduga teroris di Bandara Seokarno Hatta, Tanggerang, Banten, Kamis (4/2/2021).

Tidak hanya menjadi anggota, kata Rusdi, 19 orang tersebut juga aktif terlibat dalam kegiatan organisasi yang dilakukan FPI di Kota Makassar.

"Mereka sangat aktif dalam kegiatan FPI yang ada di Makassar. Tentunya kelompok ini akan ditindaklanjuti untuk menyelesaikan permasalahan aksi teror di Indonesia," ungkapnya.

Reporter: Nanda Perdana
Sumber : Liputan6.com (mdk/rhm)

Baca juga:
Eks Sekretaris FPI Sulsel Bantah Terduga Teroris AA pernah Jadi Anggota
Densus Dalami Pengakuan Terduga Teroris saat Dibaiat Dihadiri Munarman FPI
Eks Pengurus FPI Sulsel Bantah Ahmad Aulia Dibaiat Jadi Teroris di Depan Munarman
Densus 88 Dalami Pengakuan Anggota FPI Dibaiat Menjadi Teroris Disaksikan Munarman
Munarman Soal 19 Teroris Anggota FPI: Suka-Suka Mereka Mau Bikin Cerita Apa
26 Terduga Teroris Tiba di Bandara Soekarno-Hatta
19 Terduga Teroris Dipindah ke Jakarta Aktif Kegiatan FPI di Makassar

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami