Densus Tangkap Terduga Teroris yang Pernah Sembunyikan Abu Rara, Penyerang Wiranto

Densus Tangkap Terduga Teroris yang Pernah Sembunyikan Abu Rara, Penyerang Wiranto
PERISTIWA | 21 Oktober 2019 17:02 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Densus 88 Antiteror menangkap tiga orang teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung. Rekam jejak seorang di antaranya diketahui pernah menyembunyikan Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, penyerang Menko Polhukam Wiranto.

Kabag Penum Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, Tim Densus 88 Antiteror membeberkan, indentitas tiga orang yang ditangkap di Lampung. Mereka adalah IU (43), LH (41), dan AH (27). Asep menyebut, AH memegang peranan penting di JAD Lampung.

Dia memiliki hubungan dengan sejumlah pimpinan JAD. Di antaranya di JAD Jawa Tengah, JAD Jawa Barat, dan JAD Jambi. AH juga pernah melindungi seorang terduga teroris bernama Syahrial Alamsyah alias Abu Rara.

"AH menyembunyikan teroris yang beberapa waktu lalu ditangkap dengan Inisial SA alias Abu Rara," kata Asep di Mabes Polri, Senin (21/10/2019).

Asep menjelaskan, terungkapnya Jaringan JAD Lampung pengembangan dari penangkapan pimpinan JAD Bekasi, Abu Zee Ghurobah bersama delapan anggotanya pada 23 September 2019.

"JAD Lampung terkait dengan JAD Bekasi. Berbekal informasi ditangkaplah tiga orang ini," ucap dia.

Asep mengatakan, ketiganya telah berbaiat dengan ISIS dan pernah melakukan i'dad atau latihan fisik bersama terduga teroris Misgianto.

"Mereka sudah menyiapkan aksi teror. Secara keseluruhan punya target tetap thogut yakni aparat keamanan khususnya kepolisian," ujar dia. (mdk/ded)

Baca juga:
Densus 88 Antiteror Geledah Area Gardu Induk PLN Tasikmalaya
Geledah 2 Rumah di Bandar Lampung, Densus 88 Sita Bubuk Kuning hingga Kabel
1 Orang di Bekasi Diduga Ditangkap Densus 88
Bapak & Anak Terduga Teroris di Bali Satu Grup WA 'Menanti Al Mahdi' dengan Abu Rara
8 Teroris Ditangkap di Tambun, Pemerintah Langsung Operasi Yustisi
Terduga Teroris yang Ditangkap Pasca-Penusukan Wiranto Bertambah Menjadi 40 Orang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami