Depresi, Seorang Jemaah Haji Asal Mataram Batal Berangkat

PERISTIWA | 18 Juli 2019 00:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Burhanul Islam menyebutkan, seorang calon haji asal daerahnya positif batal berangkat musim haji tahun 2019/1440 Hijriah, karena mengalami depresi dan masih dalam proses perawatan.

"Berdasarkan laporan kesehatannya, sampai saat ini kondisi kesehatan calon haji yang berasal dari Ampenan itu belum ada perkembangan sementara kloter terakhir Embarkasi Lombok akan diberangkatkan Kamis (18/7)," kata Burhanul, di Mataram, Rabu (17/7) seperti dikutip Antara.

Burhanul yang tidak mau menyebut secara rinci identitas calon haji bersangkutan agar tidak mengganggu psikologisnya mengatakan, calon haji yang batal berangkat tersebut saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma, Provinsi NTB. Padahal sedianya dia diberangkatkan bersama jemaah kloter 3 pada tanggal 9 Juli 2019.

"Dengan melihat kondisi dan pertimbangan waktu pemberangkatan kloter 11 Embarkasi Lombok, sudah tidak memungkinkan. Tapi musim haji tahun depan, jemaah tersebut akan menjadi prioritas jika dinyatakan sehat," katanya.

Menurutnya, dengan telah diberangkatkannya kloter 9 sebanyak 161 orang, maka total jemaah asal Kota Mataram yang sudah diberangkatkan ke Tanah Suci sebanyak 751 orang, sehingga masih ada dua orang calon haji yang belum diberangkatkan.

Dua orang calon haji ini sebenarnya akan bergabung pada kloter 9, akan tetapi karena adanya pelimpahan nomor porsi kepada putranya akibat istri dari calon haji meninggal.

"Proses pelimpahan inilah yang membutuhkan waktu, sehingga visa putranya akan diterbitkan bersamaan dengan jemaah kloter 11. Jadi bapaknya mundur berangkat ikut anaknya di kloter 11," katanya.

Dikatakan, dalam hal ini tidak ada masalah karena dua calon haji Mataram tetap akan diberangkatkan meskipun melalui kloter 11 yang akan bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah.

Ia mengatakan, meskipun kloter 11 ini merupakan kloter terakhir Embarkasi Lombok, namun masih tetap masuk gelombang pertama, sehingga jemaah akan ke Madinah dulu untuk melaksanakan ibadah sunah arbain, setelah itu barulah ke Mekkah.

Baca juga:
Senyum Kakek Matnazu Naik Haji Usai 22 Tahun Sisihkan Penghasilan Mengayuh Becak
Kisah Petani Karet di Mandailing Natal Naik Haji Setelah 8 Tahun Menabung
Jemaah Haji Asal Pacitan Meninggal Dunia di Madinah
Alami Penyakit Pikun Berat, Dua Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Dipulangkan
Tiba di Mekkah, Jemaah Haji RI Tertua Disambut Shalawat Nabi
Calon Jemaah Haji Asal Banten Ikuti Manasik Haji

(mdk/bal)