Deretan Peristiwa Heboh Terjadi Sebelum Pencoblosan Pemilu 2019

PERISTIWA | 18 April 2019 06:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum

Merdeka.com - Hari ini, Pemilu 2019 serentak telah digelar. Seluruh warga yang terdaftar menjadi pemilih tetap berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mencoblos jagoannya, khususnya Pilpres Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Namun di saat antusias pemilih menggebu untuk mencoblos, di beberapa daerah sempat terjadi peristiwa yang tak diinginkan di TPS Pemilu 2019. Peristiwa ini membuat pemilih kecewa. Berikut peristiwa-peristiwa tersebut.

1 dari 5 halaman

TPS di Jayapura Belum Terima Logistik

Seluruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 043 Kelurahan Argapura Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura gigit jari. Sebab, logistik di TPS tersebut belum juga tiba.

Bahkan Gubernur Papua, Lukas Enembe batal menggunakan hak suaranya akibat keterlambatan itu. Ia kecewa, karena keterlambatan logistik ini dapat membuat masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya.

"Ini hampir semua TPS di Distrik Jayapura Selatan belum ada logistiknya, belum tahu juga distrik lainnya," kata Lukas di Jayapura, Rabu (17/4).

2 dari 5 halaman

Logistik Pemilu Terlambat Di Banyuasin

Logistik di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Sumatera Selatan, sempat mengalami keterlambatan. Keterlambatan ini disebabkan cuaca. Namun masalah itu segera ditangani sehingga tidak mengganggu pencoblosan.

"Keterlambatan yang masif tidak ada, tapi ada beberapa spot karena cuaca," ujar Gubernur Sumsel Herman Deru usai mencoblos di TPS 58 Kenten Palembang, Rabu (17/4).

3 dari 5 halaman

Kotak Suara Tertukar

Warga Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi sempat terlambat menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2019 kali ini. Sebab terjadi kekeliruan pengiriman kotak suara di beberapa TPS. Warga pun harus menunggu datangnya kotak suara untuk dapat memilih.

"Di TPS 061 dan 062 itu sampai tadi jam 9.40 WIB belum dateng sama sekali dan belum mulai. Menurut petugas, kotak suaranya ketuker, jadi distribusinya kehambat," kata Mathias Purwanto saat dihubungi merdeka.com, Rabu (17/4).

4 dari 5 halaman

Satu Desa di Kabupaten Tangerang Tak Terima Surat Suara DPR RI

Desa Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, terlambat membuka Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal itu disebabkan tidak adanya kertas suara untuk calon legislatif DPR RI. Meski begitu, KPU langsung ambil alih dengan mengambil surat suara cadangan.

"KPU RI langsung ambil alih, dengan mengambil surat suara cadangan dibawa ke kantor Desa," kata Bupati Tangerang, Zaki Iskandar, usai melakukan pencoblosan di TPS 04 Cilenggang, Kota Tangerang Selatan.

5 dari 5 halaman

Surat Suara Tak Dilengkapi Foto

Ratusan warga di Kecamatan Kelapa Lima, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku kesulitan dengan banyaknya surat suara yang harus dicoblos. Selain jumlah surat suara, kesulitan lain yang dihadapi yaitu tidak terdapat foto untuk calon legislatif.

"Semua kertas suara empat itu buat lama. Kalau presiden cepat, yang lain setengah mati karena kita harus lihat nomor lain sampai terakhir, lipat kembali susah juga, pokoknya repot," kata warga bernama Eliazer yang mencoblos di TPS 37, Kelurahan Lasiana, Kelapa Lima. (mdk/has)

Baca juga:
Unggul di Quick Count Pemilu 2019, PDIP Sebut Selaras dengan Jokowi
Ibunda Terus Berdzikir dan Berpuasa Doakan Jokowi Menang
Prabowo Deklarasikan Kemenangan Pilpres 62 Persen
Sakit, Ketua KPPS 017 Tamansari Meninggal Dunia Saat Jalani Tugas
Pilpres 2019 di Luar Negeri, Prabowo Menang di Suriah
110 Ribu Surat Suara Baru Ketahuan Salah Cetak di Hari Pencoblosan