Deretan Tempat Prostitusi Ini Ditutup Pemerintah, Pulau Jawa Sudah Bebas Lokalisasi?

PERISTIWA | 21 November 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Lokalisasi atau tempat prostitusi sempat banyak terdapat di Tanah Air. Namun, perlahan tapi pasti, pemerintah satu per satu menutup area maksiat tersebut.

Sejumlah lokalisasi yang sudah ditutup pemerintah beberapa di antaranya berada di Jakarta, Surabaya, Bandung, hingga Jambi. Terakhir, pemerintah menutup secara resmi lokalisasi Gambilangu. Dengan ditutupnya lokalisasi Gambilangu, pemerintah melalui Kemensos mengklaim sudah tak ada lagi lokalisasi yang beroperasi di Pulau Jawa.

Berikut lokalisasi-lokalisasi yang sudah ditutup pemerintah dan nasib para PSK nya:

1 dari 5 halaman

Lokalisasi Gambilangu

Kementerian Sosial resmi menutup lokalisasi Gambilangu berada tepat di tapal batas Semarang dan Kendal, Selasa (19/11). Dengan penutupan tersebut sudah tidak ada lokalisasi beroperasi di pulau Jawa.

"Total 226 PSK sudah kami pulangkan. Semua terdiri dari 126 untuk penghuni Gambilangu wilayah Semarang dan 100 orang yang masuk Kendal. Kalau dana tali asihnya semuanya mencapai Rp1,3 miliar," kata Dirjen Rehabilitasi Sosial, Tuna Susila dan Korban Perdagangan Orang Kemensos, Waskita Budi Kusumo, Selasa (19/11).

Dia menyebut kegiatan penutupan ini sudah terdapat 162 lokalisasi. Ia menargetkan sampai akhir tahun 2019 masih ada 169 lokalisasi yang siap ditutup. Setelah sebelumnya juga sudah menutup beberapa lokasi di kota besar seperti Dolly di Surabaya, Saritem Bandung dan belum lama ini Sunan Kuning di Jalan Argorejo Kalibanteng Semarang.

"Kemungkinan giliran lokalisasi di Ambon kita tutup minggu depan. Sedangkan menyusul Sumatera Utara, Bangka, Belitung, Bengkulu, Palangkaraya, Timika, Papua," ujar dia.

2 dari 5 halaman

Lokalisasi Dolly

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, telah menutup lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara, Gang Dolly pada 18 Juni 2014. Situasi lokalisasi yang didirikan Nonik Belanda, Dolly van der Mart itu sudah benar-benar steril dari gemerlap praktik prostitusi.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan, semua lokalisasi di Kota Pahlawan, termasuk Gang Dolly dan Jarak, menyalahi Perda Nomor 7 tahun 1999, tentang larangan bangunan dijadikan tempat asusila.

Setelah Dolly ditertibkan, para PSK menjalani berbagai profesi, seperti pengepul togel, menjadi penampung PSK untuk kemudian dijajakan kembali.

"Sekarang pakai sistem booking. Ceweknya sudah tidak ada di lokasi. Kalau mau pilih cewek yang sesuai selera, mucikarinya ngasih tahu lewat foto-foto di BlackBerry yang mereka bawa," terang Muklis, pemilik warung kopi di sekitar Jalan Jarak kepada merdeka.com, Rabu malam (29/10/2014).

Tak hanya itu saja, para PSK Dolly juga menggunakan cara antar jemput. Cewek-cewek pelayan syahwat, dipamerkan ke pelanggan, tidak lagi duduk manis di atas sofa 'akuarium raksasa', melainkan melalui smartphone, baik bentuk BlackBerry maupun Android yang dibawa para mucikari.

Cukup modern. Sistem layanan yang diterapkan di Gang Dolly saat ini, tak kalah dengan prostitusi via online, yang kerap menjadi pusat perhatian polisi. Sistem layanan di lokalisasi yang didirikan Nonik Belanda, Dolly van der Mart ini, saat ini mirip dengan gaya dagang resto siap saji dengan layanan drive thru: "Anda bayar, pesanan kita antar".

3 dari 5 halaman

Lokalisasi Sunan Kuning

Pemerintah Kota Semarang resmi menutup kompleks resosialisasi Argorejo atau yang lebih dikenal dengan lokalisasi Sunan Kuning Semarang, Jumat, 18 Oktober 2019.

Penutupan tersebut ditandai dengan pembacaan ikrar oleh beberapa perwakilan warga binaan yang dipimpin oleh Ketua Pengelola Resos Argorejo Suwandi.

Ikrar itu sendiri menyatakan para warga binaan Resos Argorejo bersedia meninggalkan profesi wanita pekerja seks dalam rangka meningkatkan harkat martabat sebagai perempuan.

Sebagai tanda resminya penutupan kompleks lokalisasi tersebut, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membuka tirai papan pengumuman yang bertuliskan "Wilayah Argorejo (SK) Kawasan Bebas Prostitusi".

Menurut Wali Kota, kawasan Resos Argorejo ini nantinya akan diubah menjadi kampung tematik.

"Akan difokuskan untuk optimalisasi wisata religi Sunan Kuning," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Jumat (18 Oktober 2019).

4 dari 5 halaman

Saritem

Kawasan Saritem sudah ditutup oleh Pemerintah Kota Bandung sejak 19 April 2007 oleh Wali Kota Bandung kala itu, Dada Rosada. Namun pada kenyataannya, masih banyak transaksi prostitusi yang terjadi di sana.

Pada hari Rabu tanggal 20 Mei 2015, pihak kepolisian melakukan penggerebekan pada tempat lokalisasi tersebut, penggerebekan tersebut disinyalir masih ada transaksi prostitusi.

Kini, Saritem sudah berubah menjadi Pondok Pesantren Darut Taubah.

5 dari 5 halaman

Kramat Tunggak

Kramat Tunggak di Koja, Jakarta Utara ditutup pada 1999. Padahal Kramat Tunggak menjadi lokalisasi terbesar di Asia Tenggara tahun 1970 sampai 1999. Lokalisasi ini muncul saat Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin mendadak meninjau daerah-daerah prostitusi di Kramat Jaya dan Senen, Jakarta Pusat.

Kini lokalisasi itu diganti lembaga pengkajian dan pengembangan Islam, Jakarta Islamic Center. Masjid Jakarta Islamic Center didirikan menggantikan bangunan yang dulunya berupa 'bilik-bilik cinta'. Jalannya pun berubah, dari Kramat Tunggak menjadi Kramat Jaya.

"Setelah lokalisasinya itu ditutup, ada kurang lebih 10 PSK yang menjadi pembantu di masjid ini. Jadi tukang masak, gosok, dan bersih-bersih di sini," kata Kepala Humas JIC Saryono di Jakarta, Jumat (19/7/2013). (mdk/dan)

Baca juga:
Lokalisasi Gambilangu Ditutup, 226 PSK Diberi Uang Tali Asih Rp6 Juta Per Orang
Ketua DPRD sindir Pemprov DKI: Tak sulit merawatnya, cuma mau atau tidak?
Resmikan masjid di Kalijodo, Djarot kenang perjuangan bareng Ahok
Usai bunuh PSK di Sunan Kuning, pelaku siram oli bekas untuk hilangkan jejak
Cerita PSK Sunan Kuning, pembagian tabungan jelang Ramadan hingga berangkat umrah
Gugatan warga Dolly Rp 270 M ke Pemkot Surabaya ditolak majelis hakim
Sudah ditutup Risma, ini bukti Dolly masih eksis prostitusi