Derita Gangguan Kejiwaan, Seorang Ibu Nyaris Bawa Pulang Tas Branded Tanpa Bayar

PERISTIWA » MAKASSAR | 21 September 2019 20:58 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Tersebar video yang merekam seorang wanita paruh baya coba membawa tas branded dari sebuah toko di Trans Studio Mal (TSM) di Makassar tanpa membayar. Meski sudah ditegur penjaga toko dan sekuriti untuk melakukan pembayaran terlebih dulu, si ibu tetap nekat menenteng tas mahal itu sampai ke parkiran mal.

Ibu tersebut juga sempat terekam berteriak marah dan mempertanyakan penyebab ATM-nya tidak bisa melakukan proses debit. Pengakuannya, saat digunakan di toko lain tidak ada masalah. Dia juga menyebut toko yang menjual tas impiannya itu milik sang suami.

Saat dikonfirmasi, PR Executive Trans Studio Mal (TSM), Nella Saparinda, membenarkan peristiwa itu terjadi jelang Salat Jumat, kemarin.

Nella menceritakan, semula ibu yang usianya diperkirakan 45-an tahun itu memasuki toko layaknya pembeli pada umumnya. Dia kemudian berkeliling melihat-lihat barang yang ada di etalase.

Dia memilih satu tas. Kemudian saat transaksi pembayaran akan dilakukan, ibu tersebut tiba-tiba saja marah.

Kartu debitnya dari salah satu bank ternama tidak bisa digunakan. Oleh pihak toko, sudah coba bantu ibu tersebut dengan mengonfirmasi ke bank dan ternyata memang kartunya tidak bisa digunakan.

"Sampai akhirnya ibu itu marah-marah dan membawa pergi tas itu. Tapi kita sudah berkoordinasi dengan sekuriti untuk berjaga-jaga agar ibu ini tidak nyelonong pergi. Sembari pihak store mengonfirmasi ke keluarga ibu itu dan akhirnya diketahui kalau ibu ini sementara dalam perawatan. Dia menderita gangguan kesehatan mental atau kejiwaan," kata Nella, saat dihubungi, Sabtu (21/9).

Pihak toko bisa menghubungi pihak keluarga ibu tersebut karena sempat bertanya-tanya sebelum proses transaksi dilakukan.

"Treatment store ini memang beda dengan store lain. Treatment-nya personal, mungkin karena high brand fashion," tambah Nella.

Saat kartu debitnya tidak bisa diproses, ibu ini terus berupaya meninggalkan toko dan mencari jalan menuju lobi. Saat di lobi, sekuriti sudah meminta ibu tersebut tidak pergi. Sampai akhirnya, dengan keadaan emosi itu tersebut melemparkan yang dibawanya dari toko dan meninggalkan mal.

Di video yang beredar, imbuhnya, terlihat seperti petugas membiarkan saja aksi ibu ini karena memang SOP store bahwa staf tidak boleh melakukan kontak fisik dengan customer atau pengunjung, tidak boleh bersuara keras, apalagi melakukan kekerasan.

"Iya tas dengan harga cukup mahal itu dilempar tapi pihak store tidak mengambil langkah hukum, menuntut atau apapun karena dicek kondisi tasnya juga hanya lecet sedikit. Pihak store tidak ingin memperbesar masalah termasuk dari pihak kita Trans Studio Mal, tidak bisa ambil tindakan apapun karena ini berkaitan dengan tenant kita dengan pihak ketiga," jelas Nella Saparinda.

Dia pastikan masalah tersebut sudah selesai. Pihak keluarga wanita tersebut juga sudah meminta maaf.

"Tapi keluarganya sudah minta maaf dan ada warning kita berikan ke keluarga ibu itu supaya tidak terulang kejadian serupa," jelas Nella.

Baca juga:
Di UIN Makassar, Mentan Amran Perkenalkan Mekanisasi Pertanian
Polisi Olah TKP Cari Penyebab Kebakaran TPA Tamangapa Makassar
Orangtua di Makassar Gagalkan Anaknya yang Mau Jual Keperawanan Rp2,5 Juta
Pemprov Sulsel Mau Beli Helikopter, DPRD Usul Lebih Baik Sewa
Tolak Pengesahan Revisi UU KPK, Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Sulsel

(mdk/lia)

TOPIK TERKAIT