Detik-Detik Kepergian Asih, Korban Pembunuhan Pesugihan yang Ditemukan di Lebak

PERISTIWA | 10 September 2019 19:47 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Asih (45) menjadi korban pembunuhan yang ditemukan di semak-semak di kawasan Maja, Kabupaten Lebak, Banten (24/8) lalu. Saat itu, jenazah Asih ditemukan dalam kondisi sudah membusuk. Asih ternyata menjadi korban pembunuhan bermotif pesugihan.

Sebelum ditemukan tewas, Asih lebih dulu pamit dengan Ibunya yakni Masem (67), pada Senin (19/8) lalu. Saat itu, Asih bilang akan pergi ke daerah Depok, Jawa Barat, untuk bertemu dengan temannya yang akan merayakan hari ulang tahun Asih.

"Asih pamit sama ibu bilang mau pergi, dia juga pinjem duit sama ibu Rp 200 ribu. Dia bilangnya bakal ganti nanti pas gajian tanggal 22, ibu juga tumbenan langsung kasih," kata Masem saat berbincang dengan merdeka.com di kediamannya di Pal Merah, Jakarta Barat, Selasa (10/9).

Setelah berpamitan dengan keluarga, Asih pun lantas pergi meninggalkan rumah untuk menemui OV (40). Asih ternyata dijemput oleh OV di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Damiri (39) yang merupakan adik dari Asih mengaku, komunikasi Asih terakhir dengan pihak keluarga itu pada saat sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, Asih sempat meminta izin kepada keluarga jika dirinya akan pulang malam hari.

"Sekitar jam 12.00 WIB, si Asih sempet kirim foto selfie sama si pelaku ke group WhatsApp SD-nya. Asih kan pamit pergi sekitar jam 09.00 WIB," ujar Damiri.

"Tapi, komunikasi terakhir itu sama ponakannya si Amelia sekitar jam 18.30 WIB. Asih bilang ke Amel, 'Tolong bilangin ke Nenek kalau Asih pulang malem'. Terus dibales sama Amel, bilang aja sendiri ke nenek, soalnya Amel lagi enggak di rumah," sambungnya.

Ketika Amel menyuruh Asih untuk mengatakan hal itu ke nenek atau Masem, hal itu tak dilakukan oleh Asih. Lalu, sampai pukul 23.00 WIB, keluarga mulai gelisah karena Asih tak kunjung pulang ke rumah.

"Saya sempat tanya ke temannya sama tetangga soal keberadaan Asih. Nah, pas hari Jumat (23/8) polisi datang ke rumah, ngasih kabar kalau ditemukan jasad perempuan atas nama Asih sesuai identitas yang ditemukan di lapangan," jelasnya.

Masem, ibunda Asih ©2019 Merdeka.com/Nur Habibie

"Cuma keluarga belum sempat percaya, keluarga percayanya pas temannya Asih datang ke rumah enggak lama polisi pergi. Temannya yang namanya Sugeng itu ke rumah buat nanyain Asih udah pulang apa belum," sambungnya.

Ketika itu, Damiri menjelaskan, kepada Sugeng teman SD dari Asih, kalau korban sudah lama tak pulang ke rumah. "Pas saya bilang gitu, Sugeng langsung tunjukkin foto selfie Asih sama pelaku yang dikirim ke group WA SD. Ternyata pas saya lihat, baju yang dipakai sama Asih itu antara foto dari Sugeng dan polisi itu sama. Baru kami percaya," jelasnya.

"Orang pas ibu lihat foto itu bilangnya, kalau pelaku (OV) bukan orang baik," tambahnya.

Firasat Keluarga Sebelum Asih Meninggal

Seminggu sebelum Asih tewas, Masem mengaku, sempat mempunyai firasat aneh yang menimpa kepada dirinya. Saat itu, tiba-tiba saja kaki Masem lemas dan sempat tak bisa digerakkan.

"Kaki ibu sempat kayak orang mau stroke. Ibu bilang sama bapak, kalau ibu kayanya stroke, terus bapak bilang bukan. Kaki ibu sempat lemas dan gemetar enggak bisa digerakkin. Ya udah ibu balurin aja minyak. Alhamdulillah mendingan," ujar Masem.

Bukan hanya itu, tiga hari setelah Asih pergi meninggalkan rumah yakni pada Rabu (21/8). Masem mencium aroma tak sedap yang muncul dari bawah tangga dalam rumahnya.

"Tiga hari Asih enggak pulang, ibu cium bau bangkai di bawah tangga pertama kali. Nah, ibu bilang sama bapak untuk cari baunya. Karena ibu ngira bau bangkai tikus, tapi pas dibongkar karena banyak kardus, itu enggak ada apa," ceritanya.

"Ya udah ibu pel aja pakai karbol, baunya sempet hilang. Tapi enggak lama, bau lagi dan nyengat banget baunya itu. Kayak bau jenazah di kamar mayat," tambahnya.

Masem mengaku, bau tak sedap itu juga tercium saat ia dan anggota keluarga lainnya berada di meja makan, dapur, kamar mandi dan beberapa ruang lainnya. Aroma tak sedap itu baru hilang setelah para pelaku yakni OV (40) dan WF (40) ditangkap oleh polisi.

"Pas jenazah korban udah ditemuin aja masih bau mas, pas pengajian di rumah juga masih bau. Nah, hilangnya itu pas pelaku udah pada ketangkep," ucapnya.

Saat ini, jenazah Asih telah dikuburkan di kampung kelahirannya di daerah Indramayu, Jawa Barat. Dan pihak keluarga meminta agar pelaku dapat dihukum setimpal.

"Kita keluarga berharap supaya pelaku dihukum seberat-beratnya mas" ujar Damiri.

Baca juga:
Bunuh Asih, Otak Pelaku Tumbal Pesugihan Sempat Dalami Ilmu Pelet di Jombang
Pelaku Sempat Berencana Bunuh PSK Sebagai Tumbal Pesugihan Namun Gagal
Asih Diperkosa Pelaku Sebelum Dibunuh untuk Tumbal Pesugihan
Terungkap, Mayat yang Ditemukan di Lebak Tumbal Pesugihan untuk Cepat Kaya
Polisi Periksa Keluarga dan Teman Sekolah Wanita Ditemukan Tewas Membusuk di Lebak
Warga Lebak Geger Penemuan Mayat Wanita Tanpa Identitas di Semak-semak

(mdk/bal)