Bantah BIN, Dewan Masjid Sebut yang Terpapar Radikalisme Kelompok-kelompok di Masjid

PERISTIWA » MALANG | 20 November 2018 20:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Syafruddin angkat bicara terkait adanya 41 masjid di lingkungan pemerintah yang terpapar radikalisme. 41 masjid terpapar paham radikal itu sebelumnya diungkapkan Badan Intelijen Negara.

Syafruddin pun membantah data tersebut. Dia menjamin, masjid tak mungkin terpapar radikalisme.

"Masjid itu tempat suci, tidak mungkinlah masjid itu ada nuansa negatif," kata Syafruddin, di Jakarta Pusat, Selasa (20/11).

Menurut Syafruddin, yang terpapar bukanlah masjid. Mantan Wakapolri ini mengatakan, yang terpapar paham radikal itu orang atau kelompok-kelompok yang mengisi kegiatan di masjid tersebut.

"Saya rasa apa yang disampaikan oleh aparat bahwa ada unsur-unsur kegiatan radikalisme tidak ditujukan kepada masjid, tapi orang-orang. Masjid saya yakin, dan jaminlah clear," tutur dia.

Oleh karena itu, Syafruddin mengajak umat muslim untuk menjaga kesucian dan kebersihan masjid supaya beribadah dengan nyaman.

"Jadi kita harus jaga bersama. Jaga juga kebersihan hati kita," tandas dia.

Untuk diketahui, Kasubdit di Direktorat 83 Badan Intelejen Negara (BIN) Arief Tugiman mengungkap ada 41 masjid di lingkungan pemerintah yang terpapar radikalisme. Menurut Jubir Kepala BIN Wawan Hari Purwanto, data itu merupakan hasil survei terhadap kegiatan khotbah yang disampaikan beberapa penceramah.

Survei itu, sambung Wawan, dilakukan P3M NU yang hasilnya disampaikan kepada BIN sebagai early warning dan ditindaklanjuti dengan pendalaman dan penelitian lanjutan oleh BIN.

"Keberadaan masjid di Kementerian/Lembaga dan BUMN perlu dijaga agar penyebaran ujaran kebencian terhadap kalangan tertentu melalui ceramah-ceramah agama tidak mempengaruhi masyarakat dan mendegradasi Islam sebagai agama yang menghormati setiap golongan," ujar Wawan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Liputan6.com, Minggu (18/11/2018).

"Hal tersebut adalah upaya BIN untuk memberikan early warning dalam rangka meningkatkan kewaspadaan, tetap menjaga sikap toleran dan menghargai kebhinekaan," imbuh dia.

Selanjutnya, perlu dilakukan pemberdayaan Da'i untuk dapat memberikan ceramah yang menyejukkan dan mengkonter paham radikal di masyarakat.

Wawan menambahkan, ada pula data tujuh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang terpapar radikalisme. Bahkan 39 persen mahasiswa di 15 Provinsi di Indonesia tertarik dengan paham radikal.

"Namun data PTN dimaksud hanya disampaikan kepada Pimpinan Universitas tersebut untuk evaluasi, deteksi dini dan cegah dini, tidak untuk konsumsi publik, guna menghindari hal-hal yang merugikan universitas tersebut," kata Wawan.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com (mdk/gil)

Baca juga:
PKS Minta BIN tak Buat Gaduh Soal 41 Masjid Terpapar Radikalisme
Ma'ruf Amin: Radikalisme Jangan Sampai Tumbuh dan Berkembang di Indonesia
BIN: 41 Masjid di Kementerian, Lembaga dan BUMN Terpapar Paham Radikalisme
Menjaga Dunia Maya dari Ancaman Radikalisme
Bumikan Pancasila di Kampus buat Cegah Masuknya Paham Radikal
JK: Masjid Malaysia Khotbah Doakan Raja, Indonesia Kritik Presiden
Diklat Kepala Daerah, Mendagri Singgung Malang, Jambi dan Sumut Rontok Karena Korupsi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.