Dewas Tak Mau Gegabah Dalam Mengusut Dugaan Pelanggaran Etik Ketua KPK

Dewas Tak Mau Gegabah Dalam Mengusut Dugaan Pelanggaran Etik Ketua KPK
PERISTIWA | 6 Agustus 2020 14:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) disebut lamban mengusut dugaan pelanggaran etik terhadap Ketua KPK Komjen Firli Bahuri. Kritik tersebut dilontarkan Indonesia Corruption Watch (ICW).

Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris menyatakan pihaknya profesional dalam mengusut dugaan etik gaya hidup mewah Firli. Syamsuddin menyebut, belum rampungnya pengusutan dugaan etik tersebut lantaran Dewas KPK masih berhati-hati.

"Seperti pernah saya sampaikan, Dewas bekerja profesional. Kita tidak mau gegabah dan tergesa-gesa," ujar Syamsuddin saat dikonfirmasi, Kamis (6/8).

Syamsuddin meminta publik bersabar atas kinerja Dewas KPK terkait dugaan etik Firli. Menurut Syamsuddin, tak mudah menyatakan seseorang melanggar kode etik atau tidak.

"Dewas tidak akan begitu saja menetapkan seseorang melanggar etik tanpa fakta, bukti, dan keterangan pendukung yang cukup. Penetapan seseorang melanggar etik atau tidak harus melalui persidangan etik. Jadi bersabarlah," kata dia.

Meski demikian, Syamsuddin menyatakan menerima kritikan dari ICW tersebut. Dia menyebut, kritikan sebagai pendorong pihaknya bekerja lebih baik dalam mengawasi kinerja pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Jika ada pihak yang menilai Dewas bekerja lamban dalam menangani laporan dugaan pelanggaran etik, ya silakan saja. Apapun kritik publik tentu harus kami terima sebagai masukan untuk perbaikan kinerja Dewas dan KPK pada umumnya ke depan," kata Syamsuddin.

Baca Selanjutnya: Dikritik ICW...

Halaman

(mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami