Di Depan Menteri PPPA, Ratusan Anak dan Remaja Se-Jateng Sampaikan 12 Tuntutan

PERISTIWA | 20 November 2019 14:15 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Momen peringatan Hari Anak Sedunia dan 30 tahun Konvensi Hak Anak (KHA) di Solo, yang dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmavati, Rabu (20/11), dimanfaatkan oleh ratusan anak dan remaja perwakilan se Jawa Tengah yang hadir. Mereka menyampaikan 12 tuntutan kepada pemerintah.

12 butir tuntutan tersebut dibacakan di depan Menteri PPPA, perwakilan Unicef, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo serta para tamu undangan pada acara peringatan Hari Anak Sedunia di Taman Jaya Wijaya, Mojosongo, Jebres, Solo, hari ini.

Ketua Forum Anak Surakarta, Belva Aulia mewakili anak-anak dan remaja tersebut menyampaikan tuntutannya, antara lain pengakuan identitas, pemenuhan gizi, menolak perkawinan anak, menolak adanya korupsi, menolak pekerja anak hingga meminta perlindungan dari kekerasan.

"Kami berkomitmen menjadi harapan dan menjadi solusi di masa depan.
Sehingga semua anak perlu mendapatkan haknya untuk didengar dan dipertimbangkan, serta diberikan dalam proses pengambilan keputusan terhadap masa depan anak," katanya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Menteri Bintang menyampaikan, pemerintah selama ini terus meningkatkan perlindungan terhadap anak melalui kebijakan dan regulasi. Sehingga ia menginginkan agar hak-hak anak dapat terpenuhi melalui kebijakan yang baik.

"Melihat dari arah kebijakan regulasi dari 30 tahun yang lalu, amandemen Undang-undang dan sampai terakhir keluar undang-undang perkawinan itu adalah kebijakan yang dilakukan untuk melindungi anak dari kekerasan yang dihadapi selama ini," jelasnya .

Bintang menyarankan, saat ini kekerasan terhadap anak justru banyak dilakukan oleh pendidik. Kedepan ia akan berkoordinasi dengan instansi lain untuk mencari solusi permasalahan tersebut.

"Mudah-mudahan ke depan kita bisa menemukan pola pencegahan ini dengan cara bersinergi, berkolaborasi dengan kementerian, lembaga dan pemerintah daerah," katanya.

1 dari 1 halaman

Edukasi Terhadap Orang Tua

Gubernur Ganjar Pranowo, menambahkan, tuntutan terkait penolakan pekerja anak, hal tersebut justru lebih banyak dilakukan oleh orang tuanya sendiri. Untuk itu, ia berjanji akan terus memberi edukasi kepada orang tua.

"Nanti kita akan datangi mereka baik-baik, apakah orang tuanya tidak mampu. Negara kita mampu kok, kita punya Kartu Indonesia Sehat, Pintar jaminan PKH (Program Keluarga Harapan)," tandasnya.

Temu forum anak ini merupakan lanjutan dari konsultasi online yang dilakukan selama beberapa pekan melalui jajak pendapat UReport Di mana ribuan orang muda dari seluruh penjuru negeri memberikan pendapat mereka mengenai impian, aspirasi, dan harapan masa depan.

Hari Anak Sedunia tahun ini merupakan peringatan ke-30 diadopsinya Konvensi Hak Anak oleh Perserikatan Bangsa Bangsa.

Dalam kesempatan itu, Menteri PPPA dan Gubernur Jateng meresmikan monumen KHA di Taman Jaya Wijaya. Mereka juga menanam pohon ketapang yang dijadikan sebagai pohon impian anak-anak. (mdk/bal)

Baca juga:
Peringati Hari Anak Internasional Murid-Murid Belajar di Luar Kelas
VIDEO: Persahabatan Tanpa Batas
Melihat Keseruan Anak Berkebutuhan Khusus Bermain Salju
Rayakan Hari Anak, Pemkot Bekasi Ajak Anak Difabel Main Salju
Lindungi Anak-anak dari Pengaruh Paham Radikalisme
Kisah Bocah Kebumen Penjaga Pintu Rel