Di Kota Jayapura Papua, Salat Id Hanya Digelar di Masjid

Di Kota Jayapura Papua, Salat Id Hanya Digelar di Masjid
Jemaah salat Idul Fitri di Masjid Almujtahidin Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua. ©2021 Antara
PERISTIWA | 13 Mei 2021 10:30 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Pemerintah Kota Jayapura, Papua memutuskan tidak memberikan izin Salat Idulfitri 1442 H digelar di Lapangan, melainkan hanya boleh dilaksanakan di masjid setempat. Hal itu untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Kepala Kantor Departemen Agama Kota Jayapura, Abdul Hafid Yusuf, seperti dikutip Antara, mengakui keputusan itu diambil setelah forkopimda yang dipimpin Wali Kota Jayapura menggelar rapat dan memutuskan hal itu.

"Keputusan salat Idul Fitri hanya di masjid dan bukan di lapangan itu diambil guna menghentikan penyebaran virus Covid-19 di Kota Jayapura," katanya, Kamis (13/5).

Abdul Hafid Yusuf menambahkan tercatat 197 masjid dan musala dan sebagian besar menggelar salat Idul Fitri 1442 Hijriah.

Sementara itu pengurus Masjid Al Mukminin Polda Papua ustaz H Mustaim secara terpisah mengaku pelaksanaan salat id tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 di mana ada petugas yang memeriksa suhu badan dan menyemprotkan cairan pembersih tangan.

Petugas yang menjadi panitia sudah siap sehingga diharapkan salat id yang dilaksanakan di Masjid Al Mukminin sesuai protokol kesehatan.

"Karena daya tampung masjid terbatas maka jemaah diizinkan salat id di lapangan apel Mapolda Papua yang berada di samping masjid," katanya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Jalanan Ibu Kota Sepi Kala Idulfitri
Hari Pertama Idulfitri, Lalin Tol Jakarta-Cikampek Terpantau Padat
Ribuan Muslim Laksanakan Salat Idulfitri di Lapangan Masjid Al-Azhar
Suasana Pelaksanaan Salat Idulfitri di Senen
Sambut Idulfitri, BSI Siapkan Dana Rp6,37 Triliun

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami