Di Solo Siswi Kelas 5 Hingga 12 Diwajibkan Konsumsi Tablet Penambah Darah

PERISTIWA | 31 Juli 2019 04:03 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pemerintah Kota Solo mewajibkan siswi kelas 5 hingga kelas 12 mengonsumsi tablet penambah darah setiap pekan. Program yang dinamakan Gerakan Anak dan Remaja Solo Hebat (Gema Sobat) itu akan dimulai bulan Agustus. Selain untuk mengantisipasi anemia di kalangan remaja putri, Gema Sobat juga dimaksudkan sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI).

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota (DKK) Ida Angklaita mengatakan, untuk merealisasikan program tersebut, Pemkot Solo menyediakan lebih dari 1 juta tablet penambah darah.

"Pemberian tablet kepada seluruh siswi kelas 5 hingga kelas 12 kita mulai bulan Agustus besok. Tabletnya sudah ada di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Instalasi Farmasi. Nanti akan kita drop ke puskesmas-puskesmas," ujar Ida, Selasa (30/7).

Untuk pengadaan jutaan tablet penambah darah tersebut, dikatakannya, Pemkot mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pengadaan tablet diperkirakan mencukupi hingga akhir tahun. Nantinya masing-masing siswi bisa meminumnya seminggu sekali.

Untuk teknis pengambilan tablet, diserahkan kepada masing-masing sekolah. Bisa saja sekolah yang mengambil ke puskesmas secara berkala, atau sebaliknya puskesmas yang mengirimkan tablet ke sekolah.

"Kami mempersilakan pengelola sekolah berkoordinasi dengan puskesmas di wilayah mereka, guna menyepakati distribusi tablet," katanya.

Ida menambahkan, pemberian tablet penambah darah dan program Gema Sobat lainnya telah disosialisasikan mulai pekan lalu. Sosialisasi itu melibatkan seluruh kepala sekolah SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Solo. Mereka telah sepakat bahwa pemberian tablet penambah darah dimulai Agustus.

"Nanti tabletnya akan diminum bersama-sama setiap Jumat pagi, setelah istirahat pertama," jelas Ida.

Lebih lanjut Ida menyampaikan, konsumsi tablet penambah darah dinilai penting, guna mencegah angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB) serta stunting sejak dini. Berdasarkan data DKK, tahun lalu tercatat dua dari empat kasus kematian ibu melahirkan di Kota Solo dipicu terjadinya pendarahan.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menilai program pemberian tablet penambah darah sangat penting. Ia berharap melalui program tersebut, pencegahan AKI, AKB dan stunting dapat dilakukan sedini mungkin. Menurut dia, selain asupan makanan, ibu hamil yang kekurangan darah menjadi satu penyebab anak yang dilahirkan mengalami stunting.

"Anemia kan juga jadi penyebab AKI dan AKB, makanya program ini sangat penting," tandasnya.

Baca juga:
10 Bahan Makanan Luar Biasa yang Bisa Membantu Mengatasi Anemia
Sering Dialami oleh Remaja Putri, Ini Bahaya yang Dapat Muncul dari Anemia
Begini Cara Ketahui Ketika Seorang Anak-Anak Tengah Alami Anemia
5 Masalah Kesehatan yang Bisa Mengganggu Kehidupan Seksmu
Obat sederhana untuk kamu yang kurang darah dan selalu lemas
Tips buka puasa yang aman bagi penderita kurang darah

(mdk/bal)