Dianggap Kuburan Masih Basah, Soeharto dan Gus Dur Belum Jadi Pahlawan Nasional

PERISTIWA | 8 November 2019 18:45 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Jimly Asshiddiqie mengatakan bahwa Presiden ke-2 Soeharto dan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memang tak diajukan sebagai calon pahlawan nasional. Alasannya, lantaran Soeharto dan Gus Dur belum terlalu lama meninggal.

"Pertama tahun ini tidak diajukan lagi. Karena sudah berkali-kali diajukan. Alasannya masih sama, karena ini kuburannya masih basah belum kering," kata Jimly di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (8/11).

Dia lalu mencontohkan dua tokoh yang mendapat gelar pahlawan nasional tahun ini yaitu, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi dan KH Masjkur. Sultan asal Buton itu meninggal pada 1776, sedangan KH Masjkur wafat tahun 1992.

"Yang paling muda KH Masjkur meninggal tahun 1992, sudah 30 tahun. Jadi Pak Harto, Gus Dur apalagi itu kan masih baru. Jadi itu alasan formal yang kita ajukan," ucapnya.

1 dari 2 halaman

Akui Sosok Luar Biasa

Jimly mengakui bahwa Gus Dur adalah sosok luar biasa dan dicintai oleh banyak masyarakat karena melindungi kelompok minoritas. Begitu pun dengan Soeharto, dia menyebut sosoknya sangat berjasa saat memimpin Indonesia selama 32 tahun.

Kendati begitu, berdasarkan UU Nomor 20 tahun 2019 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, penerima tak boleh bermasalah dengan hukum. Sementara, baik Soeharto ataupun Gus Dur pernah terseret masalah hukum saat menjadi presiden.

"Ganjalannya di situ. Jadi agak susah karena di UU-nya tidak bermasalah secara hukum," ujar Jimly.

Jimly menuturkan apabila Gus Dur tak menjadi presiden, maka dia bisa cepat mendapat gelar pahlawan nasional. Dia sendiri belum mendapat solusi agar ke depannya dua tokoh itu bisa mendapat gelar pahlawan.

"Rasanya biar generasi mendatanglah sesudah nanti semua diberi pencerahan oleh jaman. Maka mudah-mudahan ketemu jalannya pada saatnya," pungkas Jimly.

2 dari 2 halaman

6 Tokoh Dapat Gelar

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh yang dianggap berjasa bagi bangsa dan negara. Adapun enam tokoh itu antara lain, Ruhan Kudus, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi, Prof. M. Sartidjo, Adul Kahar Mudzakkir, A.A Maramis, dan K.H. Masjkur.

Penganugerahan tersebut berdasarkan Keppres Nomor 120/TK tahun 2019 tertanggal 7 November 2019. Jokowi menyerahkan anugerah tersebut kepada ahli waris masing-masing tokoh.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
PKS Apresiasi Presiden Jokowi Berikan Kahar Mudzakkir Gelar Pahlawan Nasional
Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 6 Tokoh
Cucu Ungkap Moto Sardjito Semasa Hidup, 'Dengan Memberi Kami Menjadi Kaya'
Mengenang Jasa Sardjito, Rektor Pertama UGM Pembuat Biskuit Bagi Pejuang Kemerdekaan
Ini 6 Tokoh yang Dapat Gelar Pahlawan Nasional
Jokowi akan Beri Gelar Pahlawan Nasional ke 3 Anggota BPUPKI