Dibantu KPK Inggris, Kasus Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Segera Disidang

PERISTIWA | 11 Februari 2019 18:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Ketua KPK Laode Syarif menyatakan lembaganya akan segera melimpahkan kasus dugaan suap pengadaan mesin dan pesawat di PT Garuda Indonesia. Hal itu dilontarkan, pasca pertemuan KPK dengan delegasi kedutaan Inggris untuk Indonesia.

"Kasus itu akan segera rampung, dan dikirim ke pengadilan, ditunggu saja," kata Laode di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (11/2).

Rampungnya penyidikan kasus ini menurut Loade, berkat bantuan komisi antirasuah Inggris, Serious Fraud Office (SFO) yang memiliki hubungan baik dengan KPK. Sehingga, dokumen dari Inggris dibutuhkan KPK yang berhubungan dengan kasus ini bisa terpenuhi.

"Kami juga berterima kasih pada SFO, karena dokumen kami butuhkan, sudah tiba di KPK," jelas Laode.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua tersangka terkait kasus tersebut, yaitu Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo. Emirsyah Satar dalam perkara ini diduga menerima suap 1,2 juta euro dan USD 180 ribu atau senilai total Rp 20 miliar.

Emir juga diduga menerima barang senilai USD 2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia, dari perusahaan mesin pesawat terkemuka asal Inggris, Rolls Royce, dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 di PT Garuda Indonesia.

KPK menduga, pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara Soetikno Soedarjo selaku beneficial owner dari Connaught International Pte Ltd yang berlokasi di Singapura.

Reporter: M Radityo Priyasmoro

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Soetikno Soedarjo penuhi panggilan KPK terkait kasus suap Garuda
Kasus Emirsyah Satar, KPK periksa bos PT Mugi Rekso Abadi
Dalami kasus suap Garuda, KPK panggil anak Hadinoto Soedigno
KPK pastikan tetap usut kasus korupsi Garuda meski satu saksi meninggal
Terkait suap mesin pesawat, KPK kembali periksa Emirsyah Satar
KPK periksa CEO PT Airbus Group Indonesia terkait suap mesin pesawat

(mdk/bal)