Dibawa dari Malang ke Yogyakarta, pesawat Ilyushin IL-14 mampir di sejumlah sekolah

PERISTIWA » MALANG | 30 Oktober 2017 10:08 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Pesawat legendaris Lyushin II-14 Avia yang dimuseumkan menempuh perjalanan menuju Museum Perjuangan TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta. Minggu (28/10) sekitar pukul 22.45 WIB, pesawat legendaris buatan Cekoslovakia itu meninggalkan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang.

Penerangan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang mengatakan, tim berangkat tengah malam untuk menghindari kemacetan jalanan. Rombongan dari Lanud Abdulrachman Saleh menyusuri jalanan menuju Pandaan-Japanan-Mojokerto-Jombang-Nganjuk-Ngawi-Solo dan Yogyakarta.

"Sekitar pukul 05.00 WIB sudah sampai di Perak, Kabupaten Jombang, istirahat sebentar sekaligus menghindari kemacetan. Pukul 09.00 WIB jalan kembali," kata Mayor Sus Hamdi Londong Allo, Kepala Penerangan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang, Senin (30/10).

Lantaran ukuran kendaraan pengangkut yang besar dan tinggi, rombongan memilih tidak memasuki pintu tol. Menurut Londong, sepanjang perjalanan rombongan akan berhenti di sejumlah titik. Rencana tim akan berhenti di sejumlah sekolah guna memperkenalkan pesawat penuh sejarah tersebut kepada siswa dan siswi.

"Rencana rombongan akan berhenti di sekolah-sekolah yang dilewati sekaligus untuk memperkenalkan pesawat kebanggaan itu ke masyarakat," katanya.

Sementara itu, Mayor Tek I Wayan Adi Dharmadi, ST. MT, Perwira Proyek (Payek) saat dihubungi mengatakan, rombongan hanya berjalan dengan kecepatan sekitar 50 meter per jam. Saat ini sudah tiba di Nganjuk, Jawa Timur.

"Saat ini bersama rombongan berada di SD Baitul Izzah Kota Nganjuk. Mereka antusias sekali," kata Wayan.

Pesawat Lyushin II-14 Avia diboyong melalui jalur darat menuju Museum Perjuangan TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta. Ilyushin II-14 Avia sendiri merupakan pesawat legendaris yang masih tersisa dari 22 yang sudah tidak berwujud lagi. Pesawat merupakan pengadaan periode 1958 sampai 1962-an dari Cekoslovakia.

Pesawat dengan bobot 12.600 Kg dan berat saat take off 18.000 Kg itu sudah dissasembling selama 4 bulan terakhir, tepatnya sejak Agustus. Pesawat diangkut dengan 1 truk low bed 12M dan 3 truk Trailler 7 M, 2 truk caraka 1 crane serta 1 kendaraan operasional.

Perjalanan diperkirakan akan ditempuh selama 2 hari, melewati 7 jembatan dengan ketinggian 5 meter. Selain itu juga akan melewati 3 persimpangan flyover tol setinggi 5,30 meter.

"Dijadwalkan akan tiba nanti malam atau besok (Selasa, 31 Oktober) dinihari," tegasnya.

Perlu diketahui, Ilyushin II-14 Avia memasuki akhir pengabdiannya berdasarkan pengarahan Kasau nomor 182/Pes/15/1975 tanggal 12 Juli 1975. Boyongnya Pesawat Ilyushin II-14 Avia ke Museum TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta, sesuai perintah Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, untuk menjadikan sumber sejarah bagi generasi muda.

Pesawat jenis serupa juga ada yang digunakan pesawat kepresidenan dengan nama Dolok Martimbang Indonesian Air Force One, yang sepat ditinjau presiden Soekarno di Jakarta. Pesawat ini nyaris terlupakan dan dipastikan akan melengkapi 16 yang akan menjadi penghuni baru di Museum TNI AU Dirgantara Mandala Yogjakarta.

Pesawat legendaris Ilyushin IL-14 akan dimuseumkan di Yogyakarta

Jet tempur F-18 Spanyol jatuh, pilot tewas

Jatuh, jet tempur F-18 Spanyol hancur lebur

Pesawat angkut barang pertama RI jadi koleksi tambahan Museum Dirgantara

Pesawat Ilyushin II-14 Avia diboyong ke museum Mandala Yogyakarta

Aksi Oracle bermanuver terbalik di atas Blue Angels

Deretan jet dan helikopter tempur penjaga langit Nusantara

(mdk/gil)