Dibutakan Cinta, Guru Tari di Kebumen Lecehkan Anak Didik

Dibutakan Cinta, Guru Tari di Kebumen Lecehkan Anak Didik
PERISTIWA | 12 Juli 2020 00:02 Reporter : Abdul Aziz

Merdeka.com - Seorang guru tari Kuda Lumping diduga melakukan pelecehan seksual pada anak didiknya yang masih berusia 18 tahun. DA (31), guru tari tersebut mengaku mulanya jatuh cinta korban karena terpesona kecantikan parasnya.

DA tercatat sebagai warga Jlegiwinangun, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen.

Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan, mengatakan tersangka ditangkap setelah orang tua korban melaporkan ke Polsek Kutowinangun. Tersangka mencabuli muridnya di sebuah rumah kosong milik saudara tersangka di daerah Kecamatan Kutowinangun.

Awal mulanya tersangka mengajak korban jalan-jalan. Pada saat yang sama, orang tua korban sempat mencarinya karena pergi tidak berpamitan.

"Tersangka yang berstatus duda itu mengaku jatuh cinta kepada kecantikan muridnya," kata Rudy, Sabtu (11/7).

Rasa cinta mulai muncul di benak tersangka seiring kegiatan latihan bersama.

"Iya Pak, saya lakukan karena cinta. Nduk aku tresno awakmu," kata tersangka DA mengulang kembali kata cintanya kepada korban di hadapan polisi.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal pasal 82 ayat (1) UU RI No.17 Tahun 2016, tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. (mdk/lia)

Baca juga:
Polisi Terus Cari Anak-anak Korban Pencabulan WN Prancis
Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ini Alasan Cinta Kuya Takut Cerita ke Orang Tua
Berkas Perkara Kasus Pemerkosaan Remaja OR Diserahkan ke Kejari Tangsel
Sempat Buron, Pemerkosa Remaja OR di Tangerang Selatan Ditangkap Polisi
Kemensos Siapkan Balai Rehabilitasi untuk 305 Anak Korban Pencabulan WN Prancis

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami