Diciduk Polisi, Pemalak Sopir Truk di Samarinda Menangis dan Curhat Dicerai Istri

PERISTIWA | 7 Desember 2019 03:31 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Agus Hendrawan (31), preman kampung yang tinggal di kawasan Samarinda Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, kembali berurusan dengan polisi. Dia ditangkap gara-gara kerap kerap memalak sopir truk. Di Polresta Samarinda, dia malah menangis.

Agus ditangkap sekira pukul 17.30 Wita, Jumat (6/12) setelah tim Jatanras mendapatkan kabar aksi pemalakan di kawasan Jalan Urip Sumoharjo eks Jalan Kebaktian. Perbuatan Agus, meresahkan para sopir.

Saat ditangkap tadi, dia lagi duduk santai di sebuah hotel kelas melati. Belakangan, dua pekan ini, dia tinggal menginap di hotel itu, setelah sebelumnya tidur menggelandang di emperan toko.

"Saya pasrah aja pas ada polisi datang. Saya enggak tinggal di rumah, tidak enak jadi omongan tetangga," kata Agus mengawali perbincangan bersama merdeka.com, di Mapolresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi, Jumat (6/12) malam.

Di hotel itu pun, Agus berulah. Dia kerap meminta uang pengunjung hotel yang menginap hitungan jam, bersama pasangannya. "Karena buat saya perpanjang waktu menginap di hotel Rp 150 ribu per malam," ujar Agus.

Dirasa tidak cukup buat sehari-hari, pria berbadan gempal dan berambut cepak itu, kemudian keluar hotel untuk memalak sopir truk di jalanan. Sasarannya, truk yang sedang mengantre di SPBU, maupun di simpang traffic light, mulai Rp20 ribu-Rp50 ribu.

"Saya mintai uang buat makan saja Pak. Karena saya memang lapar," ujar Agus.

1 dari 1 halaman

Ancam dengan Badik

Untuk memuluskan aksinya, Agus tidak jarang mengeluarkan senjata tajam jenis badik, yang dia bawa dan simpan di jok motornya. "Kalau saya ada kerjaan saja, saya tidak mungkin begini Pak," kilah Agus.

Namun bagi kepolisian, wajah Agus tidak lagi asing. Belakangan, dia pernah dipenjara gara-gara kasus pemalakan serupa. "Iya Pak, saya pernah dipenjara keluar tahun 2017. Saya divonis 2 tahun, kasusnya sama," ungkap Agus, saat ditanya personel Jatanras di sela perbincangan.

"Saya ditinggal cerai istri Pak. Ya itu tadi, kalau ada kerjaan saja, saya enggak mungkin begini Pak. Ini karena saya memang benar-benar lapar saja Pak, makanya saya begitu (memalak sopir)," kata Agus sambil menitikkan air matanya di hadapan polisi.

Meski tahu perbuatannya salah, Agus lagi-lagi beralasan dia memalak hanya karena sedang lapar, dan ingin makan. "Benar-benar alasannya itu saja Pak," terangnya lagi, sambil mengusap air matanya.

Untuk sementara, Agus diinapkan di sel tahanan sementara Polresta Samarinda dalam waktu 1x24 jam, sambil menunggu laporan sopir truk, yang meresahkan aksinya itu.

"Benar, sudah kami amankan dulu pelakunya. Karena memang ada laporan warga yang meresahkan ulah dia, dan tim Jatanras langsung menindaklanjuti laporan itu," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa, dikonfirmasi terpisah. (mdk/bal)

Baca juga:
3.314 Pelaku Kejahatan Terjaring Operasi Sikat Jaya 2019
VIDEO: Gelar Razia Premanisme, Polisi Amankan Tukang Parkir Berpenghasilan Jutaan
Palak dan Lempari Sopir Truk, 30 Preman Ditangkap di Kalideres
Soal Ormas di Bekasi, Mendagri Tegaskan Pemerasan Harus Ditangkap
Palak Pedagang, Anggota Ormas di Bekasi Ancam Bacok Jika Tak Diberi Uang
Respons Pengusaha Minimarket Soal Wacana Parkir Berbayar di Bekasi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.