Didakwa pembunuhan berencana, Tommy & Lois menangis di persidangan

Didakwa pembunuhan berencana, Tommy & Lois menangis di persidangan
PERISTIWA | 14 Januari 2015 15:09 Reporter : Gede Nadi Jaya

Merdeka.com - Dua terdakwa pasangan kekasih, Tommy Schafer (21) dan Lois Mack Heather (19) menjalani sidang kasus pembunuhan di PN Denpasar. Tommy Schafer terlihat menitikkan air mata, sementara kekasihnya, Lois Mack Heather (19)‎ sambil menundukkan kepala mengelus-elus perutnya yang buncit.

Begitulah suasana persidangan yang digelar di PN Denpasar, kasus pembunuhan berencana terhadap Sheila Von Weise Mack (62) asal Chicago, Amerika, ibu kandung Heather di sebuah hotel mewah di Nusa Dua, tahun 2014 lalu.

Dalam persidangan ini, kedua terdakwa mengajukan eksepsi terkait dakwaan pembunuhan berencana yang dilakukannya. Saat awal, Tommy sempat meneteskan air mata sebelum sidang dimulai. Dirinya menggunakan penerjemah untuk mengetahui dakwaan yang dilayangkan padanya.

Tommy tidak banyak memberikan protes terhadap dakwaan. Sesekali tangannya mengusap air mata, tanda penyesalan. Menyusul dirinya, kekasihnya Heather yang dalam kondisi perut membesar tidak banyak memberikan protes atas dakwaan padanya.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum, mereka dituduh telah melakukan pembunuhan berencana terhadap Sheila Von Weise Mack (62) asal Chicago, Amerika, ibu kandung Heather. Mereka melakukan penganiayaan dengan menggunakan pas buah berupa kaca berwarna biru kekuning-kuningan.

Setelah puas menganiaya, korban kemudian dimasukkan dalam koper, lalu di tempatkan di dalam bagasi taksi yang tidak diambil-ambil. Mereka akhirnya dibekuk tak berselang lama usai ditemukannya koper abu-abu tersebut.

Atas perbuatannya tersebut, terdakwa dijerat dalam Pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman kurungan di atas 20 tahun penjara atau hukuman seumur hidup.‎

Baik Tommy maupun Heather, tidak henti-hentinya menitikan air mata mendengar dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum. Kuasa Hukum terdakwa, Ari Budiman Sunardi‎ menyatakan untuk melakukan pembelajaran berkas.

"Kami akan mempelajari berkas dakwaan dan menanggapi dakwaan (eksepsi)," katanya, di Ruang Sidang Utama, PN Denpasar, Rabu (14/1).

Atas hal itu, Hakim Ketua, Made Suweda pun melakukan sidang lanjutan yang akan digelar pada Rabu (21/1) mendatang untuk agenda sidang eksepsi (jawaban atas dakwaan). "Untuk itu maka sidang ditunda dan dilanjutkan minggu depan," ujar Suweda. (mdk/hhw)

Yusril minta 2 warga Amerika pelaku pembunuhan dideportasi

Intip 2 pembunuh wanita dalam koper Bali bermesraan di penjara

Rekonstruksi pembunuhan St Regis Bali digelar tertutup

Polisi gelar reka ulang pembunuhan sadis WN AS di Hotel St Regis

Hotel St Regis minta polisi agar rekonstruksi digelar tertutup

Tersinggung, Tommy nekat bunuh ibu pacarnya di Hotel St Regis

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami