Diduga Aniaya Pemandu Lagu, Anggota Polresta Denpasar Diperiksa

Diduga Aniaya Pemandu Lagu, Anggota Polresta Denpasar Diperiksa
Kapolresta Denpasar Jansen Avitus Panjaitan. ©2021 Merdeka.com/Kadafi
PERISTIWA | 28 Mei 2021 01:00 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Bidang Propam Polresta Denpasar masih mendalami kasus anggota kepolisian yang diduga menganiaya perempuan pemandu lagu berinisial YA (24) di Grahadi Bali Karaoke dan Music Room di Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Sekurangnya 8 personel diperiksa terkait keberadaan mereka di tempat hiburan itu.

"Yang jelas, kita sudah lakukan proses dan intinya kami dalami anggota tersebut. Di sana dalam rangka tugas apa tidak. Sudah dalam proses," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan di Mapolresta Denpasar, Kamis (27/5).

Berdasarkan informasi dihimpun, perempuan itu diduga dianiaya anggota Polresta Denpasar berinisial A. Peristiwa itu terjadi di halaman tengah Restoran Grahadi pada Selasa (25/5) sekitar pukul 20.00 Wita.

Akibat penganiayaan, perempuan itu mengalami memar pada wajah dan tubuhnya. Dia diduga ditampar, didorong, bahkan sempat ditendang saat terjatuh.

Namun, kata Jansen, berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ada pemukulan saat kejadian itu. Begitupun, pihaknya masih mendalami.

"Sementara kita kroscek di sana informasi yang kita dapat tidak ada (pemukulan). Hanya kita tanyakan keberadaan anggota di sana. Keberadaan dia (anggota) di sana kita pertanyakan dalam rangka tugas apa tidak," imbuhnya.

Jansen menyatakan, dalam peristiwa itu ada 8 anggota yang berada di TKP. Informasinya mereka dalam rangka penyelidikan.

"Masih kita dalami 8 anggota. Makanya kita dalami dalam rangka apa. Apakah tugas, kalau tugas kan berarti harus ada perintah surat tugas. Sementara informasi mereka ada kegiatan untuk lidik. Masih kita dalami," jelasnya.

Dia juga menyampaikan, pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti terkait peristiwa itu. Namun, korban tidak melakukan pelaporan.

"Yang jelas ada anggota memasuki tempat seperti itu. Supaya kita ketahui anggota dilarang memasuki tempat-tempat seperti itu kecuali dalam rangka tugas," ujarnya.

"Jadi, sementara coba kita kembangkan dalam rangkaian apa anggota di sana. Tidak ada laporan (korban)," ujar Jansen. (mdk/yan)

Baca juga:
Komandan Turun Tangan, Begini Nasib Anggota TNI Arogan Main Gaplok Petugas SPBU
Warga Garut Tewas Usai Dikeroyok di Perumahan PTPN VIII Bunisari Lendra
Anggota TNI Pukul Petugas SPBU di Sikka Tetap Disanksi Meski Berdamai
Duel Maut Lansia di Jeneponto, Satu Orang Tewas
Sebelum Bacok Pakai Celurit, Pemuda di Probolinggo sempat Cekcok dengan Teman

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami