Diduga Cabuli Dua Balita, Pemuda di Ogan Komering Ilir Dipolisikan

Diduga Cabuli Dua Balita, Pemuda di Ogan Komering Ilir Dipolisikan
Garis polisi. Liputan6
NEWS | 13 Oktober 2021 23:04 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Seorang pemuda inisial R (20) dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap dua keponakan sendiri. Ironisnya, salah satu korban baru berusia tiga tahun.

Laporan disampaikan ibu kedua korban, DN (27) ke SPKT Polda Sumsel. DN turut membawa serta kedua anaknya dari kampungnya di salah satu desa di Kecamatan Pangkalan Lampan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

DN mengaku mengetahui tindakan asusila adik suaminya itu setelah putri sulungnya yang berusia 7 tahun mengeluhkan sakit di bagian selangkangannya. Usut punya usut, korban menjadi korban pencabulan terlapor.

Selang beberapa hari kemudian, putri bungsunya berusia 3 tahun juga mengalami hal yang sama. Dokter Puskesmas setempat mendiagnosa terdapat sobekan dan peradangan pada kemaluan keduanya.

"Dua anak saya dicabuli, pelakunya pamannya sendiri atau adik suami saya," ungkap DN.

Menurut DN, dia sudah melaporkan kasus ini ke Polres Ogan Komering Ilir namun diimbau diselesaikan secara kekeluargaan. DN tak puas dengan imbauan itu sehingga melapor ke tingkat lebih tinggi.

"Anak saya sudah jadi korban, saya tidak terima hanya damai. Saya ingin kasus ini diproses, makanya saya melapor langsung ke polda," kata dia.

Dikatakan, korban dan pamannya itu tinggal serupa bersama keluarga yang lain. Dari pengakuan anaknya, perbuatan itu dilakukan terlapor di kamar ketika orangtuanya berangkat ke kebun menyadap karet.

"Jangan mentang-mentang pelakunya adik suaminya sendiri terus mau damai. Masa depan anak-anak saya sudah dibuatnya hancur, saya minta dia ditangkap," ujarnya.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Masnoni mengatakan, petugas sedang melakukan penyelidikan sebelum meringkus terlapor. Syarat visum dilengkapi pelapor sebagai barang bukti.

"Kasusnya masih lidik, kelengkapan berkas dan pemeriksaan saksi segera dilakukan dan terlapor bisa diamankan," kata dia. (mdk/fik)

Baca juga:
Kasus Kekerasan Seksual di Luwu Timur, Polisi Diminta Fasilitasi Uji Forensik Netral
Kasus Pencabulan di Luwu Timur, LBH Makassar Tidak Kaget Temuan Polri
Remaja di NTT Cabuli Anak Orangtua Asuhnya Sendiri
Kasus Pencabulan di Luwu Timur, Pengacara Terlapor Anggap Diagnosa RS Bukan Visum
Polisi Usut Beredarnya Hasil Visum Milik 3 Korban Dugaan Pencabulan di Luwu Timur
Ini Hasil Pemeriksaan Tim Audit Polri Terkait Kasus Pencabulan 3 Anak di Luwu Timur

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami