Diduga Cabuli Penumpang, Sopir Taksi Online di Malang Diamuk Massa

PERISTIWA » MALANG | 11 Desember 2019 05:04 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - RYA (26), seorang sopir taksi online di Kota Malang nyaris dihakimi massa, lantaran diduga mencabuli perempuan yang menjadi penumpangnya. Mobil Honda Brio N 1351 EV yang digunakan pelaku dikepung massa yang saat itu marah dan siap menghakiminya.

Amuk massa berhasil dicegah setelah polisi tiba di lokasi kejadian, Jalan Simpang Balapan, Kota Malang. Pelaku berikut mobil yang digunakan diamankan ke Polsek Klojen guna dimintai keterangan lebih lanjut.

"Sekitar 2 menit saat kejadian, kami tiba di lokasi. Karena massa sudah banyak, kami mencoba menenangkan dan mengamankan sopir beserta kendaraan. Kasus ini sudah kami limpahkan ke UPPA Polresta Malang Kota," tegas Kapolsek Klojen Kompol Budi Harianto saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa (10/12).

1 dari 3 halaman

Informasi yang dihimpun berbagai sumber merdeka.com menyebutkan, dugaan pencabulan dialami seorang karyawati sebuah Baber Shop. Korban berniat latihan dance di Universitas Negeri Malang (UNM) dengan memesan taksi online.

Saat itu suasana hujan sekitar pukul 18.00 WIB, korban pesan lewat aplikasi dan mendapatkan mobil Honda Brio yang dikemudikan pelaku. Sepanjang perjalanan keduanya ngobrol dan kemungkinan pelaku tergoda dengan kecantikan korban.

Pelaku sempat meminta korban untuk sesaat berbincang sebelum turun dari kendaraan. Sekitar 5 menit, pelaku merayu agar korban bersedia dipacarinya, namun korban menolak dan mengaku sudah memiliki pacar.

2 dari 3 halaman

Saat itu pelaku tetap memaksa agar korban bersedia menjadi kekasihnya dan memutuskan pacarnya. Korban yang akan turun mobil dipegang tangannya, bahkan memeluk dan berusaha mencium.

Sementara korban berusaha melawan dan menghindar dari pelaku yang sudah tidak terkontrol. Saat itu juga, pelaku mengambil handphone korban sambil meminta nomor ponselnya, sebelum kemudian mengizinkan turun dari mobil.

Usai kejadian itu, pelaku masih terus meneror korban. Pelaku berusaha simpatik dengan menghubungi korban dan berniat hendak menjemput sepulang latihan. Korban sebenarnya menolak, tetapi pelaku bersikukuh menunggu di lokasi selesai latihan.

3 dari 3 halaman

Pelaku dengan berbagai upaya meminta korban masuk mobil untuk diantarkan sesuai tujuan. Namun arah perjalanannya berputar-putar dan sempat dibelikan es krim di tengah perjalanan.

Hingga akhirnya, pelaku menghentikan mobilnya di Jalan Villa Puncak Tidar pukul 22.00 WIB. Di situ terjadi pelecehan. Korban menolak, lalu diantarkan ke kawasan sekitaran Jalan Ijen.

Setelah itu, korban kemudian bercerita pada pacar dan keluarganya kalau menjadi korban pelecehan taksi online. Pelaku pun kemudian dipancing untuk bertemu sebelum kemudian massa dan polisi datang ke lokasi.

Belakangan RYA alias Riko diketahui sebagai warga Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Korban sempat menjadi sasaran kemarahan warga dan kaca depan mobilnya pecah. (mdk/rnd)

Baca juga:
VIDEO: Aksi Cabul Guru di Malang Paksa Siswa Onani Sudah Dilakukan Sejak 2017
Pengacara Mengaku Tak Dilibatkan Saat RA Berdamai dengan Eks Pejabat BPJS TK
Korban Dugaan Pelecehan Seksual Minta Maaf, Eks Pejabat BPJS TK Sujud Syukur
Seorang Guru PPKN di Malang Suruh 18 Siswanya Onani
Suruh Siswa Onani, Guru PPKN di Malang Berdalih untuk Disertasi
Seorang Pengasuh Ponpes di Jombang Diduga Cabuli Santriwati

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.