Diduga Langgar Etik Kasus Brigadir J, Polisi Ditempatkan Khusus Bertambah jadi 12

Diduga Langgar Etik Kasus Brigadir J, Polisi Ditempatkan Khusus Bertambah jadi 12
Brimob di Rumah Pribadi Irjen Ferdy Sambo. Rahmat Baihaqi
NEWS | 11 Agustus 2022 20:43 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Jumlah polisi ditempatkan khusus karena diduga melanggar kode etik dalam menangani awal kasus kematian Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat bertambah satu personel. Sejauh ini terdapat 12 polisi ditempatkan khusus di Mako Brimob Kelapa Dua Depok dan Provos.

"Untuk patsus di sini berarti ada enam, tambahan satu. Kemudian yang di provost ada enam. jadi ada 12," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (11/8).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya mengatakan jumlah polisi ditempatkan khusus menjadi 11 personel. Belasan personel itu terdiri dari satu perwira tinggi berpangkat jenderal bintang dua dan perwira tinggi berpangkat bintang satu dua orang.

Kemudian dua perwira menengah berpangkat kombes dan tiga AKBP. Serta dua Kompol dan satu AKP.

"Kemarin kan pak Kapolri sudah menyampaikan ada 11. Enam di sini kemudian sebelas di Mabes Polri. Nanti akan kita sampaikan kembali," kata Dedi.

Dedi menambahkan, hingga kini Tim Irsus Polri masih menyelidiki dugaan pelanggaran kode etik dilakukan sejumlah anggota korps bhayangkara dalam menangani awal kasus kematian Brigadir J. Salah satu penyelidikan dengan memeriksa seorang anggota Polda Metro Jaya berpangkat AKBP, hari ini.

Menurut Dedi, penyidik Polda Metro Jaya itu langsung dibawa ke tempat khusus di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, setelah menjalani pemeriksaan.

"Dari hasil pemeriksaan hari ini langsung ditemmpatkan khusus di Mako Brimob, jadi sudah dikirim ke Mako Brimob. Pangkat AKBP," kata Dedi.

2 dari 2 halaman

31 Anggota Polri Langgar Etik Diduga Tidak Profesional Olah TKP

Dedi mengatakan, 31 personel telah terbukti melakukan pelanggaran kode etik dalam kasus tewasnya Brigadir J alias Nopryansyah Yosua Hutabarat . Diketahui, sudah ada 56 orang dimintai keterangan oleh penyidik Tim Khusus (Timsus) Polri.

"Jadi untuk Itsus kan pemeriksaan masih bertambah yang sudah dimintai keterangan ada 56, 31 sudah terbukti melakukan pelanggaran etik," katanya kepada wartawan, Kamis (11/8).

Dia menjelaskan, mereka terbukti melakukan pelanggaran kode etik karena diduga tidak profesional dalam pelaksanaan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Karena ketidakprofesionalannya di dalam olah TKP, kemudian ada dugaan obstruction of justice dan juga masih dikembangkan," ujarnya.

Dedi menyebut, apabila 31 orang tersebut terbukti melakukan pelanggaran pidana. Maka, mereka nantinya akan diserahkan ke penyidik Bareskrim Polri.

"Itsus ini masih berproses, kalau misalnya dari 31 itu terbukti ada pelanggaran pidananya, dari Itsus itu semua diserahkan penyidik. Nanti dari dari penyidik Bareskrim akan menindaklanjuti apa yang menjadi rekomendasi," tandasnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Ini Pengakuan Ferdy Sambo soal Motif di Balik Rencana Pembunuhan Brigadir J
Irjen Ferdy Sambo Marah Usai Istri Lapor Kejadian di Magelang
Usai Diperiksa Terkait Kasus Brigadir J, 1 Penyidik Polda Metro Dibawa ke Mako Brimob
Alasan Kapolri Bubarkan Satgassus usai Irjen Ferdy Sambo Tersangka Pembunuhan
Resmi, Tim Satgassus Polri Dibubarkan Jenderal Sigit
Polisi Kebut Berkas Perkara Ferdy Sambo Agar Segera Dikirim ke Kejaksaan dan Disidang
Ini Motif Ferdy Sambo Marah hingga Rencanakan Pembunuhan Brigadir J

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini