Diduga Lecehkan Istri Orang, Anggota DPR TTS Dilaporkan ke Polisi

Diduga Lecehkan Istri Orang, Anggota DPR TTS Dilaporkan ke Polisi
Ilustrasi Pelecehan Seksual. ©2015 Merdeka.com
PERISTIWA | 15 April 2021 02:32 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Seorang anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan, JN, dipolisikan seorang wanita berinisial DS, asal Desa Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat. JN dilaporkan ke polisi lantaran diduga meremas payudara DS. JN dilaporkan dengan nomor STTLP/82/1V/2021/RES TTS.

Kronologi yang diterima menyebutkan, kejadian ini bermula ketika DS yang hendak membuat kopi karena JN bertamu ke rumah mereka. Saat berjalan ke ruang belakang, DS diikuti lalu dilecehkan JN.

Awalnya DS berpikir JN tidak sengaja sehingga tidak mempersoalkan kejadian itu. Namun saat hendak menyuguhkan kopi di atas meja, DS kembali mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari JN.

Merasa malu dan dilecehkan, DS kemudian marah dan menarik JN yang saat itu diduga dalam pengaruh minuman keras, keluar dari rumah mereka.

Saat di luar rumah, JN diduga masih melakukan pelecehan terhadap DS walaupun suaminya berada di samping sehingga memilih melaporkan kejadian itu ke polisi, pada Minggu (12/4).

Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Hendricka Bahtera membenarkan kejadian itu. Menurutnya, DS melaporkan kejadian itu pada Minggu malam.

"Semalam baru melapor," kata Hendricka.

JN yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan itu, ketika dikonfirmasi merdeka.com membantah tuduhan tersebut.

Menurutnya, saat itu dirinya hendak pergi ke jalan belakang, kebetulan arah ke jalan belakang itu melewati rumah DS. Ia kemudian singgah dan duduk bercerita bersama DS dan suaminya beserta ipar.

"Iya kebetulan mau pergi jalan belakang lewat ibu (DS) punya depan rumah, jadi ketika lewat ibu, suaminya dan kakak ipar beserta saudara, ada duduk-duduk di samping rumah. Beta (Saya) lihat lalu singgah dan duduk-duduk cerita kalau beta omong di belakang," kata JN, Rabu (14/4).

Menurut JN, saat itu bunyi musik dalam mobilnya berbunyi kencang dan memancing beberapa pemuda yang mengenalnya, datang dikira sedang terjadi persoalan.

"Adik semua ikut beta (saya) dan kebetulan tape mobil bunyi besar, mereka datang saya tidak lihat siapa-siapa mereka pikir ada masalah jadi mereka tanya beta, siapa yang pukul om? jadi dia (DS) punya suami bangun ko lihat, dan DS omong kuat bilang, siapa yang mau datang serang? jadi beta bangun dan pegang ibu (DS) punya pundak lalu omong agar DS duduk tenang, nanti beta yang bicara dengan beberapa pemuda tersebut," ujar DS.

JN menambahkan, setelah bercerita dirinya pamit untuk pulang, namun ia tak sengaja menabrak teras rumah DS saat memutar mobil. JN turun dari mobil dan meminta maaf kepada DS dan suaminya, dengan jaminan akan kembali untuk memperbaiki teras rumah yang telah ditabraknya. Setelah minta maaf dirinya langsung pulang ke rumah, saat itu sekitar jam dua siang.

"Habis itu beta tegur untuk pulang dan saat putar mobil tabrak ibu punya teras rumah. Beta turun minta maaf di ibu dan suaminya. Suaminya jalan ke belakang rumah, beta ikut ko minta maaf sampai kembali depan. Suaminya omong, kerja rumah susah baru ditabrak, beta minta maaf lagi dan berjanji untuk memperbaiki. DS jawab bahwa tidak marah, hanya kesal dengan sejumlah pemuda itu. Setelah itu beta pulang," kata JN.

Saat maghrib, JN mengaku ditelepon orang tuanya dan marah-marah. Kedua orang tuanya mengatakan bahwa dia telah membuat onar di rumah DS, sehingga jam enam sore dia kembali untuk klarifikasi.

"Sampai di sana, sudah banyak orang termasuk polisi sehingga polisi bilang klarifikasi di kantor. Jadi sampai Polres mereka omong dan beta klarifikasi, setelah itu beta pulang dengan adik-adik semua," kata JN.

JN berencana melapor balik DS ke polisi, setelah urusan pertemuan partai selesai. "Iya mau lapor balik tapi belum karena kami pertemuan partai dan bilang sabar dulu," tandasnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Terpidana Kasus Pelecehan Seksual di Aceh Dihukum 36 Cambukan
TKW Bernasib Malang, Sudah Ditipu, Diculik Polisi, Dilecehkan Seksual oleh Majikan
Jamin Biaya Visum, Ini Langkah Pemkab Serang Tangani Korban KDRT & Kekerasan Seksual
Lama Tak Jumpa Istri, Marbot Masjid di Bandung Cabuli 6 Anak di Bawah Umur
China Akan Larang Guru Kencani Muridnya untuk Cegah Pelecehan Seksual

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami