Diduga Sebar Hoaks 110 Juta KTP Palsu, Teknisi Komputer di Bandung Diciduk Polisi

PERISTIWA | 21 November 2018 14:10 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah melakukan penangkapan terhadap SY (35). Dia ditangkap karena diduga telah mengunggah berita bohong tentang 110 juta KTP palsu.

Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, penangkapan terhadap SY yang dipimpin oleh Kompol Ricky Sipahutar dilakukan pada Selasa (20/11) sekitar pukul 21.20 WIB di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

"Dittipidsiber Bareskrim Polri, dipimpin oleh Kompol Ricky Sipahutar telah mengamankan seorang laki-laki pemilik akun youtube https://www.youtube.com/user/arjuna (Ini *** lo), yang memposting berita tentang 110 JUTA e-KTP di BIKIN Warga Cina siap kalah kan Prabowo DI TANGKAP TNI kemana POLRI YA," kata Dedi melalui keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (21/11).

Dedi pun menegaskan, konten yang telah dimuat oleh SY adalah konten yang tidak benar atau hoaks. Konten itu merupakan kompilasi beberapa video, diantaranya adalah video penangkapan yang dilakukan jajaran Polres Tidore terhadap pelaku pembuat KTP palsu pada November 2017 lalu.

"Tersangka (SY) tidak melakukan klarifikasi atau mengecek kebenaran berita yang ditemukan pada news feed akun facebooknya dan memposting konten tersebut di akun atau channel YouTube milik tersangka yang bernama "ini *** lo"," tegasnya.

Menurutnya, SY (35) yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi komputer di Bandung tersebut berniat untuk mendapatkan iklan dari berita-berita yang diposting di channel youtube yang dibuatnya.

"Walaupun tersangka telah memiliki 46.793 subscribers, dan telah memposting 900-an video, tersangka belum pernah mendapat honor. Karena konten yang diuploadnya melanggar ketentuan hak cipta yang ditentukan oleh platform," jelasnya.

Lalu, untuk berita terkait KTP palsu yang diposting tersangka sudah ditonton sebanyak 93.000 kali. Ia pun menilai berita bohong tersebut dapat menyebabkan timbulnya kesalahpahaman di masyarakat.

Dalam kasus ini, penyidik telah menyita sejumlah peralatan yang digunakan SY untuk memposting berita bohong soal KTP palsi, termasuk akun-akun milik tersangka sebagai alat bukti.

"Pasal yang di sangkakan 15 UU No.1 / 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, karena telah menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau tidak lengkap. Sementara, tersangka patut menduga bahwa kabar tersebut dapat menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat dengan sanksi hukuman penjara paling lama 2 tahun," ujarnya.

Baca juga:
Candra Masuk Bui Setelah Hina Kapolri di Facebook
Masyarakat Minim Literasi Dinilai Jadi Penyebab Marak Hoaks di Medsos
Sopir Taksi Online Penyebar Foto Syur Editan Grace Natalie Minta Maaf
Jumpa Pers Permintaan Maaf Penyebar Fitnah dan Foto Hoaks Ketum PSI
HMI Sosialisasikan Bahaya Hoax Bagi Demokrasi

(mdk/ray)