Diduga terima suap, Kabid Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk kena OTT

Diduga terima suap, Kabid Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk kena OTT
ilustrasi korupsi. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
NEWS | 30 September 2017 10:39 Reporter : Masfiatur Rochma

Merdeka.com - Tim saber pungutan liar Polda Jawa Timur melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ada dua orang yang ditangkap terkena OTT, dan sekarang masih dalam pemeriksaan oleh tim saber pungli di Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.

Dua orang yang ditangkap adalah Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Totok dan seorang pegawai Bank Jatim cabang Nganjuk yakni Besta.

Mereka terkena OTT, karena diduga menerima suap gratifikasi dalam proyek pengadaan benih pokok dan sebar bawang merah di wilayah Kabupaten Nganjuk, pada tahun 2017. Nilai proyeknya, sebesar Rp 6 miliar dengan pelaksana UD Puspa Agro Sejati.

Dari informasi didapat, OTT yang dilakukan tim saber pungli Polda Jawa Timur tersebut terjadi Jumat (29/9) sore kemarin di depan Warung Zamzam, Jalan Raya Kediri-Nganjuk. Di mana Besta saat itu menyerahkan uang sebesar Rp 100 juta ke Totok.

Uang yang tersebut mengenai proyek benih pokok dan sebar bawang merah. Begitu melakukan penyerahan, keduanya langsung ditangkap oleh tim saber pungli Polda Jawa Timur. Dari OTT tersebut, diamankan uang sebesar Rp 100 juta, 2 unit mobil yakni mobil Daihatsu Xenia nopol AG 1105 PH dan Honda City nopol AE 1792 FN.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan adanya OTT tersebut. Namun, dia minta waktu mengenai detailnya. Karena penyidik masih bekerja melakukan pemeriksaan.

"Memang benar telah melakukan OTT di Nganjuk. Sekarang penyidik masih melakukan pemeriksaan," katanya, Sabtu (30/9).

(mdk/fik)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami