Diduga Terpapar Corona, Politisi PDIP Meninggal Dunia di RSHS Bandung

Diduga Terpapar Corona, Politisi PDIP Meninggal Dunia di RSHS Bandung
PERISTIWA | 27 Maret 2020 23:42 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Gatot Tjahjono menghembuskan napas terakhirnya di usia 58 tahun pada Jumat (27/3/2020) malam. Diduga, kondisi kesehatannya menurun karena terpapar virus corona (Covid-19).

Hal ini dipastikan melalui keterangan tertulis dari pihak keluarga yang diwakili oleh anak Gatot bernama Adyesa Kevindra Albari. Gatot Tjahjono dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.20 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Dalam surat tersebut, ia menjelaskan kronologis kesehatan sang ayah menurun sejak Senin (16/3/2020). Pihak keluarga menduga Gatot menderita demam berdarah atau typus hingga harus mendapat perawatan di RS Borromeus.

Beberapa hari setelah dirawat, demamnya tidak turun, namun trombosit dan nafsu makannya sudah membaik.

"Akhirnya kami melakukan CT Scan dan mendapatkan diagnosa bahwa kemungkinan ayah kami mendapatkan wabah Covid-19 (corona). Setelah kami berdiskusi oleh banyak pihak, malam itu juga Kami pindahkan ke RSHS (Rumah sakit Hasan Sadikin)," ujar Adyesa dalam keterangan tertulis.

Selama perawatan, jantung Gatot sempat dinyatakan berhenti dua kali. Sebanyak itu pula pihak keluarga mendapatkan berita Gatot meninggal dunia.

"Tetapi di hari ini, tgl 27 Maret 2020, perjuangan pun harus menemui waktu terakhirnya, ayah kami pun terpaksa menyerah dengan segala penyakit yang ada," kata dia.

"Kami semua, keluarga, dukungan para dokter, teman dan sahabat telah berusaha dan berikhtiar untuk melakukan berbagai macam pengobatan untuk kesembuhan beliau," ia melanjutkan.

1 dari 2 halaman

Pihak Keluarga Mengisolasi Diri

Berkaitan dengan dugaan Gatot terpapar virus corona, pihak keluarga sudah melakukan tes Covid-19 melalui Dinas Kesehatan Jabar. Anjuran Dokter Spesialis, mereka sudah melakukan isolasi mandiri.

"Sekarang ada yang telah melewati masa inkubasi dua minggu ada yang satu minggu lebih dan alhamdulillah kami sekeluarga tidak mendapatkan gejala gejala yang berarti," terang dia.

"Atas nama keluarga besar, saya memohonkan doa dari jauh, semoga segala dosa-dosa almarhum diampuni serta amal ibadah nyaa diterima oleh Allah SWT," ucap dia.

2 dari 2 halaman

Meninggal Dunia Setelah Anaknya Tiba

Kabar mengenai Gatot Tjahjono meninggal dunia pun dibenarkan oleh keponakannya yang bernama Yoga Mahardika. Momen itu terjadi setelah anaknya tiba di RSHS untuk menjenguk.

"Baru saja (meninggal), baru saja kami ditelfon sama anaknya. Betul (meninggal dunia), jadi sepertinya, yaa percaya ga percaya menuggu anaknya dulu, soalnya (anak Gatot) dokter juga kan," kata dia.

"Dokter sudah menyatakan meninggal dunia. sudah dipastikan langsung sama anaknya," ia melanjutkan.

Diketahui, kondisi kesehatan Gatot menurun setelah mengikuti kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jabar di Karawang. Kegiatan itu sudah dinyatakan sebagai klaster penyebar virus corona oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Rekan Gatot dan juga Anggota DPRD Jawa Barat dari PDIP, Abdy Yuhana mengatakan kabar meninggal dunia disampaikan langsung oleh pihak keluarga Gatot.

"(Gatot Tjahjono) Sudah meninggal, begitu anaknya (Gatot) datang yang perempuan (Gatot meniggal). Meninggalnya barusan. Barusan (dihubungi pihak keluarga Gatot)," ucap dia. (mdk/ded)

Baca juga:
Total Pasien Positif Virus Corona di DIY Menjadi 19 Orang
Kapan Manusia Bisa Kebal Terhadap Virus Corona?
Jumlah Pasien Positif Covid-19 yang Meninggal di Depok jadi Dua Orang
Saat Relawan Membuat Ventilator untuk Pasien Terinfeksi Corona
Jokowi dan Keluarga Gelar Tahlilan untuk Mendiang Sujiatmi di Solo

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami