Dievakuasi ke Dekai, Jenazah KKB Temianus Magayang Dimakamkan di Kampung Halaman

Dievakuasi ke Dekai, Jenazah KKB Temianus Magayang Dimakamkan di Kampung Halaman
Jenazah KKB Temianus Magayang. Antara
NEWS | 23 Desember 2021 19:22 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Jenazah anggota KKB Temianus alias Demianus Magayang (25) yang meninggal saat dirawat di RS Bhayangkara, Jayapura, dievakuasi ke Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, Papua, Kamis (23/12). Jenazah akan dimakamkan di kampung halamannya.

Kapolres Yahukimo AKBP Denny Hendriana mengatakan, Temianus Magayang meninggal Rabu (22/12) karena komplikasi penyakit yang dideritanya.

Magayang yang merupakan salah satu otak sejumlah aksi kekerasan yang menewaskan warga sipil dan anggota TNI ditangkap tanggal 27 November lalu di jalan Gunung Dekai dan membawa senjata api rakitan.

"Sempat terjadi perlawanan sehingga anggota terpaksa menembak secara terukur," kata Denny, Kamis (23/12). Dikutip Antara.

Hendriana menambahkan tercatat 12 kasus yang melibatkannya termasuk pembunuhan staf KPU Yahukimo Hendry Jovinski tahun 2020.

Selain itu, Magayang juga dilaporkan terlibat sejumlah aksi kekerasan yang menewaskan dua anggota TNI dari Yonif Linud 432 serta merampas dua pucuk senjata api yang dibawa mereka.

"Saat ini jenazah Magayang sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," kata dia.

Menurut dia, situasi kamtibmas di Dekai, saat ini relatif aman dan kondusif namun anggota tetap bersiaga.

Baca juga:
92 Penembakan di Papua Sepanjang 2021: 44 Meninggal, 15 di antaranya TNI-Polri
TNI-Polri Rangkul 25 Anggota KST Yapen Kembali ke NKRI
Berkas Dua Polisi Jual Amunisi ke KKB Dilimpahkan ke Jaksa
KST Ambaidiru Distrik Kosiwo Menyerahkan Diri ke NKRI
Penjelasan Polri Soal Langkah Humanis Tangani Konflik KKB di Papua
Polri Akan Evaluasi Satgas Nemangkawi yang Masa Tugas Berakhir Desember 2021

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami