Diguyur Hujan, Lumpur Bekas Galian Batu Bara Banjiri Jalan di Kukar

PERISTIWA | 5 Februari 2019 02:23 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Hujan deras mengguyur kawasan Loa Duri Ulu, Loa Janan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sore ini tadi. Imbasnya, lumpur bekas galian batu bara ilegal, sempat menimbun jalan poros Loa Janan-Loa Kulu.

Areal bekas galian batu bara yang berdekatan dengan rumah warga itu, sejatinya sudah tidak lagi beroperasi setahun terakhir ini. Tanah bekas galian pun meluber dan menutup badan jalan, pascahujan deras sekira pukul 16.00 Wita.

"Keluarnya lumpur itu, dari lokasi bekas galian tambang batu bara karungan, yang beroperasi setahun lalu. Lokasinya ini memang sangat dekat dengan permukiman," kata salah seorang warga Loa Duri Ilir, Roni, dikonfirmasi, Senin (4/2).

lumpur bekas galian batu bara banjiri jalan di kukar ©2019 Merdeka.com/istimewa


Sekarang ini, menurut Roni, galian tambang batu bara ilegal itu, memang sudah tidak beroperasi lagi. "Cuma sisa atau bekas tumpukan (tanah bekas galian) saja," ujar Roni.

"Ada sekitar 200 meter, ceceran dan lumpur menimbun badan jalan poros. Ini lumpur juga masuk ke tempat usaha bengkel warga. Tebalnya, ada sekitar 3 jengkal jari, penuh di badan jalan," tambah Roni.

Dari keterangan warga, luberan lumpur bekas galian tambang batu bara itu, bukan kali pertama terjadi. "Ini yang kedua, ini paling parah. Yang buat kami khawatir, itu ada bangunan rumah-rumah yang tinggal di daerah atas (bukit) bekas galian itu," ungkapnya.

Warga bersama relawan tidak hanya dari Kutai Kartanegara, melainkan juga dari Samarinda, dan juga Polsek Loa Janan, berjibaku melakukan pembersihan badan jalan. Kemacetan arus lalu lintas pun tidak terhindarkan di kedua arah. Baik dari Loa Janan, maupun dari Loa Kulu, hingga malam hari.

lumpur bekas galian batu bara banjiri jalan di kukar ©2019 Merdeka.com/istimewa


Kapolsek Loa Janan AKP M Dahlan Djauhari membenarkan kejadian itu. "Anggota bergerak cepat ke lokasi, untuk membantu membersihkan lumpur, dan mengatur arus lalu lintas. Ya, memang kasihan warga," kata Dahlan. (mdk/rnd)

Baca juga:
PLN Padamkan Listrik Ribuan Pelanggan Akibat Banjir di Manado
Bupati Boalemo Murka Penyerahan Bantuan Banjir Harus Tunggu Gubernur Gorontalo 6 Jam
Sepanjang Januari 2019, 366 Kali Bencana, 94 Orang Meninggal Dunia
BNPB Catat Longsor dan Banjir di Beberapa Daerah Telan Korban Jiwa
Jakpro Bantah Proyek LRT Jadi Penyebab Banjir di MT Haryono dan Kelapa Gading

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.