Dihantam badai, delapan pendaki tersesat di Gunung Raung

PERISTIWA » BANYUWANGI | 9 Februari 2016 11:44 Reporter : Wisnoe Moerti

Merdeka.com - Semalam, Senin (8/2), badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menerima informasi ada delapan pendaki terjebak di Gunung Raung yang memiliki ketinggian 3.222 meter dari permukaan laut (mdpl). Informasi tersebut diperoleh dari salah satu orang tua pendaki. Mereka mengabarkan anaknya terjebak badai saat mendaki Gunung Raung.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Heru Widagdo menuturkan, berdasarkan keterangan orang tua pendaki, sejumlah pelajar sekolah menengah atas (SMA) Jember itu tersesat ketika turun dari Gunung Raung akibat badai.

"Para pendaki itu belum bisa turun dan suhu udara di sana sangat dingin, sehingga kekhawatiran orang tuanya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kram perut dan sebagainya," ujarnya seperti dilansir Antara, Senin (9/2).

Pihak BPBD langsung melakukan koordinasi dengan tim Badan Search and Rescue (SAR) Nasional (Basarnas) untuk proses pencarian dan evakuasi.

"Beberapa nama pendaki yang dikabarkan terjebak itu yakni Wahyu, Alvian, Nico, Sulton, Yudha, Fandi, dan satunya pelajar perempuan. Itu nama-nama yang masuk ke BPBD Jember," paparnya.

Gunung Raung yang berada di perbatasan Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi itu statusnya masih waspada atau level II sejak 24 Agustus 2015, sehingga batas maksimal pendakian hanya sampai 2 kilometer dari puncak.

"Status Gunung Raung waspada, sehingga pendaki seharusnya tidak boleh naik ke puncak karena berbahaya," katanya.

(mdk/noe)