Dijanjikan Beasiswa ke Taiwan, Puluhan WNI Malah Dipaksa Kerja di Pabrik Besi

PERISTIWA | 9 Oktober 2019 14:14 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Bisa kuliah di luar negeri, menjadi dambaan setiap pelajar. Beasiswa menjadi salah satu pilihan. Tapi berhati-hatilah karena kini beasiswa bodong bermunculan. Alih-alih menikmati bangku perkuliahan, yang terjadi malah bekerja di pabrik besi. Begitulah yang dialami 40 Warga Negara Indonesia.

Kasus ini terungkap setelah kedua penyalur yaitu Lukas dan Mujiono tertangkap jajaran Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri.

Wadir Tipidum Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol Agus Kuncoro mengatakan, tersangka memberikan iming-iming kuliah sambil kerja di Taiwan. Dia menjelaskan, persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya membayar uang administrasi sebesar Rp 35 juta.

Sementara itu pelaku akan menalangi kepada korban yang tidak mampu melunasi uang Rp 35 juta. Dengan catatan sebagian penghasilan dari bekerja di Taiwan disisihkan untuk melunasi uang administrasi.

Sebelum dijanjikan berangkat ke Taiwan, Agus mengungkapkan, para korban ditampung dahulu di Jakarta. Selama di penampungan pelaku membuat kamuflase dengan menghadirkan perwakilan dari Taiwan untuk mewawancarai para calon korban. Selanjutnya, melengkapi persyaratan administrasi mirip seperti pendaftaran kuliah.

"Dari mulai KTP, KK, ijazah, persetujuan orang tua sampai SKCK. Setelah semua lengkap mereka diberangkatkan ke Taiwan," katanya di Mabes Polri, Rabu (9/10).

Dia menjelaskan, yang menjadi masalah melenceng dari kesepakatan awal. Korban tidak diberi kesempatan kuliah melainkan disuruh bekerja di pabrik besi dari Senin sampai Sabtu. Sementara hari Minggunya diminta belajar Bahasa Taiwan.

"Korban dijanjikan menerima uang sekira 27 ribu NT (mata uang Taiwan) tapi hanya menerima sekira Rp 2 juta dan ada pula yang lebih parah karena tidak mendapatkan uang tersebut sama sekali," ungkapnya.

Sejauh ini, ada sekira 40 orang Warga Negara Indonesia yang menjadi korban. Kebanyakan dari para korban berasal dari Lampung, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Agus mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terpedaya bujuk rayu dan janji manis bekerja di luar negeri dengan penghasilan yang cukup menggiurkan tanpa mendapat keyakinan dari pihak-pihak berkompeten.

"Termasuk kepada orang tua yang akan memberangkatkan anak-anaknya baik untuk kuliah maupun bekerja. Mari kita perhatikan keselamatan dan keamanan anak-anak atau keluarga kita yang akan bekerja di luar sehingga kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali," tutupnya.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Hati-Hati, Kenali Modus Penipuan Undangan Wawancara Kerja
Gelapkan Susu Kemasan Seharga Rp400 Juta, Warga Asal Banjar Ditangkap di Cilacap
5 Jenis Penipuan Online yang Sering Kuras Uang Pengguna, Hati-Hati!
OJK: Jangan Percaya Oknum Tawarkan Sertifikat Pelunasan Kredit, Itu Penipuan
Waspadai Penipuan Bermodus Kenaikan Jabatan di Pemkab Kulon Progo

(mdk/fik)