Dijanjikan Pinjaman Rp3 Juta, 15 Wanita Cianjur Dijual Pasutri ke Timur Tengah

PERISTIWA | 18 November 2019 02:02 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Polres Cianjur, Jawa Barat, menggagalkan pengiriman belasan Tenaga Kerja Wanita (TKW) ilegal ke Timur Tengah dari vila di kawasan Cipanas. Lokasi itu disewa pasangan suami istri sebagai tempat penampungan puluhan wanita tersebut.

"Pasangan suami-istri Agus Sahlan dan Aenun Saadah, kami amankan atas tindak pidana perdagangan orang atau human trafficking. Pelaku akan memberangkatkan belasan korbannya secara ilegal," kata Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyatno di Cianjur, Minggu (17/11).

Tempat penampungan tersebut terungkap setelah polisi mendapat laporan warga terkait aktivitas perdagangan orang dengan modus pemberangkatan TKW secara ilegal di kawasan Cianjur utara. Polisi kemudian menggerebek lokasi penampungan tersebut.

"Saat dilakukan penggerebekan ditemukan 15 orang perempuan di dalam rumah yang berasa dari berbagai daerah yang akan diberangkatkan sebagai TKW ke sejumlah negara di Timur Tengah, sedangkan moratorium masih berlaku," kata dia. Seperti diberitakan Antara.

Polisi Sita Dokumen Palsu Pengiriman TKI

Pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa kartu identitas korban yang akan digunakan untuk mengurus dokumen pemberangkatan yang diduga palsukan. Bahkan pelaku tidak dapat menunjukkan dokumen yang berkenaan dengan 'job desk' calon TKW tersebut.

"Kami masih mendalami dokumen apa saja yang dipalsukan karena moratorium pengiriman TKI ke Timur Tengah masih terlarang. Kemungkinan besar semua dokumen dipalsukan untuk memberangkatkan TKI," kata dia.

Pihaknya mencatat korban tidak hanya berasal dari Cianjur, namun terdapat dari sejumlah kabupaten lain seperti Karawang, Tangerang, Sukabumi, Cirebon dan Bandung dengan iming-iming diberikan pinjaman Rp3 juta pada awal keberangkatan.

Pelaku akan dijerat dengan Pasal 4 dan 10 Undang-undang, nomor 21/2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda Rp120.000.000 sampai Rp600.000.000.

"Mereka mengakali pemberangkatan yang dilakukan tidak terkait dengan perusahaan melainkan secara personal, namun kami akan kembangkan guna mencari perusahaan penyalur atau perusahaannya," kata Juang.

1 dari 1 halaman

Korban Diberikan Pinjaman Uang Rp3 Juta Sebelum Dijual

Kustina (37) seorang korban warga kampung Margasari, Kelurahan Margasari, Kecamatan Karawaci-Kota Tangerang, mengatakan sudah berada di penampungan sejak dua pekan terakhir dan dijanjikan akan diberangkatkan akhir bulan ini.

"Karena kebutuhan ekonomi kami terpaksa berangkat ke Timur Tengah untuk berkerja. Kami tahu kalau pemberangkatan masih dilarang, namun berbicara masalah perut apa boleh buat. Saya akan diberangkatkan ke Riyadh," katanya.

Ia menambahkan, sudah diperlihatkan paspor asli untuk keberangkatan ke luar negeri, bahkan sebelum berangkat mereka diberikan uang pinjaman Rp3 juta. "Demi keluarga kami memilih bekerja di luar negeri," katanya. (mdk/gil)

Baca juga:
Polisi Inggris Sudah Identifikasi 39 Mayat Warga Vietnam yang Ditemukan dalam Truk
41 Imigran Ditemukan Dalam Kontainer Berpendingin di Yunani
2 Warga Asal Sukabumi Dilaporkan Jadi Korban Perdagangan Orang di Irak
Bareskrim Tangkap Pelaku Perdagangan Orang Internasional
Polisi Ringkus Pelaku Perdagangan Orang ke Timur Tengah
TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan 25 TKI Ilegal ke Malaysia
39 Mayat dalam Truk Kontainer di Inggris Teridentifikasi Warga Vietnam