Dimadu, Aminah Siram Suaminya Dengan Air Panas Hingga Tewas

PERISTIWA » MAKASSAR | 21 Juli 2019 23:04 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Setelah membunuh suaminya, Aminah Jarimong (30) diamankan Polsek Bangkala di rumahnya, Jumat (19/7). Warga Desa Kapita, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulsel itu diamankan setelah sempat melarikan diri selama sepekan.

Aminah ditangkap lantaran telah melakukan kekerasan terhadap suaminya, Bahtiar Alisa (28) hingga meninggal dunia. Korban tewas karena luka melepuh di sekujur tubuhnya akibat disiram air panas.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani mengatakan, Aminah melakukan kekerasan tersebut karena rasa sakit hati terhadap korban. Pasalnya suaminya diam-diam menikah lagi dengan perempuan bernama Marsela.

"Aminah sakit hati terhadap suaminya karena menikah dengan Marsela tanpa sepengetahuannya. Aminah tahu informasi pernikahan dari keluarga suaminya pada tanggal 24 Juni 2019," katanya, Minggu (21/7).

"Aminah lalu menanyakan hal itu dan suaminya mengakui telah nikahi Marsela di Makassar sekitar tahun 2018 lalu," tambah Dicky.

Dia menjelaskan, saat Bahtiar tidur di kamar, Aminah mengangkat ember berisi air panas. Lalu air tersebut disiram ke tubuh Bahtiar membuat bagian dada dan perutnya hingga melepuh.

Oleh keluarganya, Bahtiar dilarikan ke RSU Padjonga. Namun karena dirasa tidak ada perubahan kondisi, kerabat Bahtiar memilih untuk keluarkan dari rumah sakit, Minggu (14/7), untuk diberi pengobatan tradisional.

"Kurang lebih enam hari dirawat di rumah saudaranya, Bahtiar akhirnya meninggal dunia, Jumat (19/7) pukul 13.00 Wita. Di hari yang sama, dua jam setelah wafatnya Bahtiar, Aminah pun ditangkap setelah polisi menerima laporan dari kerabat korban," tutup Dicky.

Baca juga:
Hadiri Pernikahan Ponakan, Preman Tewas Dibunuh
Reaksi Polda Metro Digugat Pengamen Cipulir Soal Salah Tangkap Kasus Pembunuhan
Jengkel, Seorang Ibu di Boyolali Aniaya Anak Kandung Hingga Tewas
Polda Metro Kembali Digugat Pengamen Cipulir Terkait Salah Tangkap Kasus Pembunuhan
Anak Punk di Blora Diduga Tewas Dianiaya Saat Pesta Miras
Pelaku Mutilasi di Banyumas Terancam Penjara Seumur Hidup

(mdk/fik)