Din Syamsuddin Cerita 3 Syarat Presiden Boleh Dimakzulkan Menurut Islam

Din Syamsuddin Cerita 3 Syarat Presiden Boleh Dimakzulkan Menurut Islam
PERISTIWA | 1 Juni 2020 16:55 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Dosen Pemikiran Politik Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Din Syamsuddin mengungkapkan, ada tiga syarat untuk memakzulkan kepala negara. Tiga syarat ini merujuk pada pendapat pemikir politik Islam, Al Mawardi.

Syarat pertama, tidak adanya keadilan. Pemimpin bisa dimakzulkan bila tidak bisa berlaku adil, misalnya hanya menciptakan satu kelompok lebih kaya.

"Prinsip freedom menyerukan kepada rakyat untuk melawan pemimpin yang zalim, kepemimpinan yang tidak adil terutama jika kepemimpinan itu membahayakan kepentingan bersama seperti melawan konstitusi," kata Din.

Din hadir dalam diskusi 'Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusional Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19'. Diskusi ini digelar oleh Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (MAHUTAMA) dan Kolegius Jurist Institut (KJI) melalui webinar, Senin (1/6).

1 dari 2 halaman

Syarat kedua, lanjut Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu, ketika pemimpin tidak memiliki ilmu pengetahuan yang cukup. Pemimpin tersebut juga tidak memberi ruang bagi dunia akademik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Kalau ada pembungkaman kampus, pembungkaman akademik, pemberangusan mimbar akademik itu sebenarnya bertentangan secara esensial dengan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam praktik-praktik sebaliknya adalah pembodohan kehidupan bangsa," jelas Din.

Terakhir, pemimpin bisa dimakzulkan ketika dia kehilangan kewibawaan dan kemampuan memimpin, terutama dalam masa kritis. Terlebih, jika dalam situasi kritis, pemimpin mudah didikte atau ditekan orang di sekelilingnya atau pihak luar.

"Seorang pemimpin itu akan dilihat saat situasi kritis, bisakah dia memimpin? Maka oleh para ulama mengatakan bisa dimakzulkan jika seorang pemimpin tertekan oleh kekuatan-kekuatan lain, terdikte kekuatan-kekuatan lain, terdikte oleh orang baik warga atau orang terdekatnya untuk bisa menjalankan kepemimpinannya," papar Din.

2 dari 2 halaman

Imam Al-Ghazali Setuju

Dia melanjutkan, Imam Al-Ghazali juga sependapat dengan Al Mawardi soal syarat ketiga untuk memakzulkan pemimpin. Bahkan Imam Al-Ghazali menegaskan, pemimpin bisa dimakzulkan ketika menzalimi rakyatnya.

"Imam Al-Ghazali menyetujui bahkan memungkinkan adanya pemakzulan dalam istilah beliau ketika ada kezaliman, represif," pungkasnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Soal Diskusi UGM, Din Tegaskan Pembungkaman Bertentangan dengan UUD '45
Din Syamsuddin Minta Warga Tidak Tolak Jenazah Covid-19, Penyakit Ini Bukan Aib
Sosok Gus Sholah di Mata Para Tokoh
Sengketa Natuna Jangan Hanya Diselesaikan Lewat Narasi NKRI Harga Mati
Universitas Islam Internasional, Mimpi Bahtiar Effendy yang akan Segera Terwujud
Bahtiar Effendy akan Dimakamkan di Depok Setelah Zuhur

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5