Din Syamsuddin Disebut Naif dan Absurd Bicara Pemakzulan Presiden

Din Syamsuddin Disebut Naif dan Absurd Bicara Pemakzulan Presiden
PERISTIWA | 3 Juni 2020 09:15 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Dosen Pemikiran Politik Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Din Syamsuddin mengungkapkan tiga syarat untuk memakzulkan kepala negara menurut Islam. Dia merujuk pendapat pemikir politik Islam, Al Mawardi.

Politikus PKB Abdul Kadir Karding menyayangkan seorang tokoh mengutarakan pemakzulan di saat masyarakat menghadapi pandemi. Karding mengatakan, pernyataan tersebut cenderung absurd karena dilontarkan saat masyarakat butuh bersatu menghadapi pandemi Covid-19.

"Sehingga kalau ada isu atau usul pemakzulan itu saya kok tidak pada tempat dan proporsi yang tepat ya, sangat naif dan cenderung absurd kalau ada ide seperti itu," ujarnya kepada wartawan, Rabu (3/6).

Kendati demikian menurut Karding sah saja dalam demokrasi untuk menyampaikan pendapat. Hanya, waktunya yang tidak tepat.

"Bicara soal apa saja, tetapi masih koridor demokrasi sebenarnya itu boleh-boleh saja. Hanya saja, di suasana pandemi ini, yang dibutuhkan adalah kebersamaan, bahu membahu, saling memotivasi dan mendorong, bekerja sama," kata anggota Komisi I DPR RI ini.

Baca Selanjutnya: Sulit Makzulkan Jokowi...

Halaman

(mdk/rnd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami