Dinilai Lamban Tangani Bencana, Kepala BPBD NTT Dicopot

Dinilai Lamban Tangani Bencana, Kepala BPBD NTT Dicopot
Gubernur Viktor Laiskodat. ©2020 Merdeka.com/Anansias Petrus
PERISTIWA | 8 April 2021 16:40 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat mencopot Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur (NTT) Thomas Bangke dari jabatannya. Dia dimutasi lantaran dinilai tidak responsif dan tanggap terhadap bencana di daerah itu.

Pencopotan Kepala BPBD Thomas Bangke itu dibenarkan Sekretaris Daerah NTT Benediktus Polo Maing. Menurut dia, surat keputusan mutasi Kepala BPBD itu sudah ditandatangani.

Polo Maing menyebut, berdasarkan penilaian Gubernur, Thomas kurang cepat merespons kondisi tanggap darurat bencana saat ini.

"Iya, sudah (pencopotan). Baru ditandatangani juga. Alasannya, dalam kondisi dan situasi seperti ini, Pak Gubernur menilai respons cepat dari Kepala BPBD kurang," Jelasnya.

Sebagai gantinya, Gubernur Viktor Laiskodat menunjuk Kepala Dinas Perhubungan Isyak Nuka untuk menduduki jabatan Kepala BPBD NTT.

Bupati Kabupaten Kupang Korinus Masneno juga mendapat sorotan Viktor seusai rapat koordinasi virtual bersama Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo di Posko Tanggap Darurat Bencana Siklon Seroja di Aula El Tari Kompleks Kantor Gubernur, Rabu (7/4) malam. Dia juga disebut lamban menangani bencana di wilayahnya.

Sistem pendataan dan pelaporan dari BPBD Kabupaten Kupang, terkait bencana dan dampak serta korban, juga dinilai buruk. Viktor bahkan meminta Korinus untuk mencopot Kepala BPBD Kabupaten Kupang.

Dalam kunjungan selama dua kali ke daerah yang terdampak bencana di Kabupaten Kupang, Viktor mendapati masyarakat dan korban yang terdampak bencana tidak diurus dengan baik oleh pemerintah setempat.

Seusai mengikuti rapat koordinasi virtual bersama Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo dari Posko Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja, Viktor mengingatkan tidak boleh ada satu pun warga yang tidak terurus dengan baik, apalagi yang menjadi korban dan terdampak bencana.

"Apa yang terjadi di Kabupaten Kupang ya kami terpaksa harus intervensi di sana. Itu kita tidak mau satu pun masyarakat Nusa Tenggara Timur mengalami masalah karena tidak sempat diurus," tegas Viktor kepada para wartawan. (mdk/yan)

Baca juga:
Mewakili Semua Agama, Menag Yaqut Tolak Pimpin Doa Bela Sungkawa Bencana NTT
Analisis Citra Satelit LAPAN Terkait Bencana Banjir di Flores Timur
Jokowi Kirim Puluhan Ribu Paket Sembako untuk Warga Terdampak Bencana NTT-NTB
Cerita Nenek Yana Detik-Detik Rumahnya Hancur Diterjang Siklon Tropis Seroja
Korban Siklon Tropis Seroja di Kabupaten Alor, 25 Orang Meninggal dan 20 Hilang
Diterjang Banjir Bandang hingga Tanah Longsor, NTT Tetapkan Tanggap Darurat Bencana

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami