Dinkes Bali Masih Telusuri Sumber Klaster Covid-19 di Lapas Kerobokan

Dinkes Bali Masih Telusuri Sumber Klaster Covid-19 di Lapas Kerobokan
PERISTIWA | 28 Oktober 2020 17:33 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Kepala Dinas Kesehatan Bali Ketut Suarjaya belum mengetahui sumber terjadinya klaster Covid-19 di Lapas Kerobokan Klas ll A dan Lapas Perempuan Klas ll A Denpasar, Bali. Padahal selama ini Lapas tersebut sudah tidak menerima kunjungan dari pihak luar.

"Kita tidak tau, virus ini kita tidak (bisa) lihat darimana sumbernya. Sama, dengan di rumah tidak pernah kemana-mana itu bisa terjadi dan menyebar dimanapun juga," kata Suarjaya saat ditemui di Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Rabu (28/10).

Ia juga menerangkan, penyebaran virus Covid-19 bisa terjadi dimana saja. Apalagi, di dalam Lapas karena di sana ada kerumunan. Karena, kalau satu tahanan terpapar Covid-19 tentu penyebarannya bisa terjadi.

Selain itu, untuk para ratusan tahanan yang positif Covid-19 sudah dilakukan isolasi dan ditangani oleh Satgas Covid-19 sebagai penanggung jawab. Kemudian, untuk pemantauan di Lapa tersebut dilakukan oleh dokter yang bertugas di klinik kesehatan yang ada di dalam Lapas.

"Pemantauan ada dokter yang bertugas di klinik kesehatan itu. Jadi (memantau juga) protokol kesehatannya dari orang-orang yang di lapas itu," ujarnya.

"Kesehatannya dipantau oleh tim dokter.
Kalau ada yang positif, iya tentu penanganannya dilakukan tracing kepada kontak-kontak erat di sana," ujarnya.

Suarjaya, juga memaparkan tren kasus Covid-19 di Bali, untuk saat ini kasus Covid-19 dalam 4 Minggu terakhir sudah mulai menurun dan dari pekan kemarin kasus positif Covid-19 hanya di angka 60-an. Sementara, untuk angka kematian kasus positif Covid-19 masih tetap 3,28 persen.

"Dan kasus (sembuh) semakin naik, kemarin 89,97 persen. Mudah-mudahan hari ini kalau banyak yang sembuh tembus 90 persen. (Angka kematian) masih kita 3,28 (persen). Iya memang dibawa rata-rata nasional tapi harus kita tangani. Kita berharap dibawa 2 persen," ujar Suarjaya.

Sementara di tempat yang sama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace menyampaikan, bahwa pemerintah telah melakukan usaha-usaha agar tidak terjadi klaster baru lagi.

"Iya sudah ada usaha-usaha dari pemerintah dan ada yang sudah menyelesaikan itu. Itu, lapas salah satu dan kemungkinan bisa terjadi dimana saja. Maka siapapun tetap taad protokol kesehatan," ujar Cok Ace.

Seperti yang diberitakan, hingga saat ini total sebanyak 125 tahanan atau narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas ll A Kerobokan, Denpasar, Bali, yang dinyatakan positif Covid-19 setelah keluar hasil tes swab pada Minggu (25/10) kemarin.

"Masih 91 (hasil swab yang keluar). Itu, pemeriksaan pertama 227 orang yang di swab sudah keluar semua," kata Humas Kanwil Kemenkumham Bali, I Putu Surya Dharma saat dihubungi, Senin (26/10) kemarin. (mdk/rhm)

Baca juga:
Intip Perbedaan Vaksin, Vaksinasi dan Imunisasi
Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Hari Pertama Libur Panjang Tertinggi Sejak Pandemi
Tangis Buah Hati Hiasi Isolasi Mandiri
Q&A: Nasib Vaksin Corona di Indonesia
ITAGI: Hasil Uji Klinik Vaksin Covid Negara Lain Bisa Jadi Dasar Pertimbangan di RI
Warga Eropa Demo Rusuh karena Lelah dengan Pembatasan Baru Covid-19
Dinkes Bali Masih Telusuri Sumber Klaster Covid-19 di Lapas Kerobokan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami