Dinkes Boyolali: Dua Pekan Terakhir Angka Kematian Karena Covid-19 Sudah Nol Kasus

Dinkes Boyolali: Dua Pekan Terakhir Angka Kematian Karena Covid-19 Sudah Nol Kasus
suasana sepi TPU Jombang. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
NEWS | 24 Oktober 2021 23:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mencatat angka kematian karena terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah itu selama dua pekan terakhir sudah menunjukkan angka nol.

"Angka kematian karena Covid-19 di Boyolali selama 14 hari terakhir ini, tidak ada penambahan atau sudah nol sehingga total data hingga Minggu ini, tetap sebanyak 1.403 orang," kata Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali dr Puji Astuti, di Boyolali, Minggu (24/10). Dilansir Antara.

Sementara untuk tambahan kasus baru terkonfirmasi Covid-19 kini hanya ada satu orang. Dengan tambahan itu, maka kasus aktif saat ini, sebanyak 22 orang, yang terdiri dari delapan orang menjalani perawatan di rumah sakit dan 14 orang isolasi mandiri.

"Angka kesembuhan karena Covid-19 di Boyolali sudah mencapai 23.125 orang atau 94,2 persen, sehingga Boyolali sudah masuk zona risiko rendah Covid-19 dan skor indeks kesehatan masyarakat (IKM) pada angka 2,5," katanya.

Dia menambahkan, persentase keterisian tempat tidur di rumah sakit untuk pasien Covid-19 di Boyolali angka terus berkurang atau hanya mencapai dua persen.

Meski demikian, Dinkes Boyolali tidak bosan-bosannya terus memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama di perdesaan, untuk tetap menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker, sering mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menjahui kerumunan.

Sementara itu, kegiatan program vaksinasi di Kabupaten Boyolali terus berjalan dengan menyesuaikan ketersediaan dosis vaksin. Hal itu, dilakukan oleh dinkes didukung institusi pemerintahan lainnya, baik kementerian, DPR RI maupun TNI dan Polri.

Jumlah warga Boyolali yang sudah disuntik vaksin dosis pertama hingga Minggu (24/10) ini, tercatat 677.860 orang atau 81,11 persen, dosis dua ada 401.860 orang atau 47,99 persen dan dosis tiga ada 5.550 orang atau 0,66 persen.

"Kami program vaksinasi Covid-19 terus dilakukan percepatan terhadap masyarakat umum, dengan prioritas lansia dan anak-anak usia di atas 12 tahun. Vaksinasi untuk lansia menyisir dengan mendatangi ke rumah masing-masing. Anak-anak untuk persiapan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di Boyolali yang sekarang diperluas ke desa-desa," katanya. (mdk/noe)

Baca juga:
Sri Mulyani: Pandemi Covid-19 Bukan Pertama dan Terakhir
Berkurang 4, Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Tinggal 205 Orang
Minggu Pagi PPKM Level 2 Jakarta, Sejumlah Titik Ramai Pesepeda dan Warga Olahraga
Badan Kesehatan Inggris: Subvarian Delta Kemungkinan Lebih Menular
Catat, Hari Ini Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Wajib Bawa Hasil Negatif Tes PCR
Santri Positif Covid-19, Aktivitas di Ponpes Babussalam Depok Dihentikan Sementara

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami