Dinkes Jateng Tetapkan Lima Daerah Waspada DBD Usai 12 Warga Meninggal Dunia

Dinkes Jateng Tetapkan Lima Daerah Waspada DBD Usai 12 Warga Meninggal Dunia
nyamuk demam berdarah . shutterstock
NEWS | 30 Januari 2019 21:07 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - 12 orang meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) stadium akut, mayoritas korban berusia produktif. Rata-rata penderita meninggal berada di lima kabupaten/kota Jawa Tengah yang ditetapkan waspada DBD.

"Jadi penderita DBD menyasar usia 1 tahun hingga 15 tahun, sebab awalnya alami keterlambatan berobat membuat kondisi trombosit menurun drastis hingga alami kebocoran plasma," kata Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo saat diwawancarai wartawan, Rabu (30/1).

Dia mengklaim perbandingan jumlah warga yang meninggal dengan total penduduk saat ini hanya sekitar 1 persen jumlah keseluruhan di Jawa Tengah di antaranya lima daerah.

"Dari beberapa daerah di Jateng dinyatakan waspada penularan DBD berada di Kabupaten Sragen, Kudus, Jepara, Grobogan, dan Pati," jelasnya.

Sedangkan tren peningkatan penderita DBD di Jateng selalu terjadi di bulan Januari. Hal ini berkaitan dengan puncak musim hujan yang juga terjadi dalam kurun waktu Desember hingga Januari.

"Kalau diamati bertahun-tahun selalu Januari meningkat. Selain penyebab cuaca, banyaknya genangan air hujan sehingga nyamuk pembawa virus DBD cepat berkembang biak," ungkapnya.

Bahkan, jumlah warga yang tertular penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegipty telah mencapai 1.204 jiwa selama sebulan terakhir.

"Sampai awal minggu kelima, tertinggi penularan DBD yaitu Sragen ada 200 kasus, Grobogan 150 kasus, Blora 75 kasus, Cilacap 71 kasus, Pati 87 kasus, Jepara 78 kasus, Purbalingga 76 kasus, Boyolali 51 kasus. Lainnya dibawah 50 kasus, ada yang 25 kasus, 12 kasus dan Kota Semarang ada 33 kasus penularan DBD," tuturnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat selalu waspada termasuk peduli dengan lingkungan. Selain itu ia berharap tenaga medis menetapkan diagnosa DHF (Dengue Haemorrhagic Fever) jika ada gejala DBD seperti demam untuk berjaga-jaga.

"Saya imbau kalau ada anak panas langsung DHF, supaya waspada," kata Yulianto Prabowo. (mdk/gil)

Baca juga:
RSUD Pasar Minggu Rawat 233 Pasien DBD
Tangani DBD, Pemprov DKI Luncurkan Aplikasi DBDklim
Anies Keluarkan Ingub Antisipasi Peningkatan Kasus DBD di Jakarta
Cegah DBD, Wapres JK Minta Masyarakat Cegah Genangan Air di Selokan
177 Warga Bojonegoro Menderita DBD, 4 Orang Meninggal
220 Warga Banten Menderita DBD, 3 Orang Meninggal
Anies Perintahkan Lurah dan Camat Percepat Penanganan DBD

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami