Dinonaktifkan Dewan Pengawas, Dirut TVRI Helmy Yahya Melawan

PERISTIWA | 5 Desember 2019 22:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Dewan Pengawas TVRI mengirim surat penonaktifan Direktur Utama (Dirut) TVRI Helmy Yahya. Dalam surat bernomor 3 Tahun 2019 itu tidak dijelaskan alasan masalah yang terjadi sehingga ada pemberhentian tersebut.

Menanggapi surat itu, Helmy Yahya langsung melawan. Dia mengaku hingga saat ini masih menjabat sebagai Dirut.

"Saya tetap Dirut TVRI yang sah. Intinya saya masih tetap dirut sah bersama seluruh direksi," kata Helmy Yahya saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (5/12).

Helmy pun mengirim surat bantahan terhadap surat itu. Menurutnya, surat Ketua Dewan Pengawas TVRI cacat hukum dan tidak mendasar sehingga surat keputusan tidak berlaku.

Bahwa pemberhentian anggota dewan direksi diberhentikan sebelum habis masa jabatan apabila tidak melaksanakan ketentuan undang-undang, bertindak merugikan lembaga, dipidana karena melakukan tidak pidana.

"Bahwa saya akan tetap menjalankan tugas sebagai Direktur Utama TVRI," tulis dalam surat Helmy Yahya No 1582/1.1/TVRI/2019 tentang Tanggapan Terhadap Surat Dewan Pengawas No 241/DEWAS/TVRI/2019 tentang SK Dewan Pengawas Nomor 3 Tahun 2019.

1 dari 1 halaman

Adapun Dewan Pengawas TVRI terdiri dari Maryuni Kabul Budiono, Supra Wimbarti, Arief Hidayat Thamrin, Pamungkas Trishadiatmoko, dan Made Ayu Dwie Mahenny.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua Dewan Pengawas TVRI Arief Hidayat Thamrin disebutkan, menetapkan Supriyono Direktur Teknik Lembaga Penyiaran Publik TVRI sebagai Pelaksana Tugas Harian Dirut TVRI. Surat tersebut tertanggal 4 Desember 2019.

Helmy pun mengaku akan menggelar konferensi besok di kantornya untuk menjelaskan lebih detail mengenai permasalahan yang terjadi.

"Saya akan menjelaskan lebih detail melalui konferensi pers besok di kantor," tegas Helmy. (mdk/bal)

Baca juga:
Helmy Yahya Mediasi dengan Dewan Pengawas di Kominfo
Helmy Yahya Terpilih Sebagai Ketua Alumni STAN Periode 2019-2022
TVRI Mengejar Zaman
MK tolak gugatan hasil Pilkada Ogan Ilir yang diajukan Helmy Yahya
Tuding pilkada cacat hukum, Helmy Yahya minta pemungutan suara ulang
Sudah kalah, Helmy Yahya dilaporkan atas tuduhan politik uang

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.