Dipancing Usus Ayam, Buaya Resahkan Petani di Samarinda Ditangkap

PERISTIWA | 15 April 2019 08:34 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Warga, relawan dan petugas Damkar Samarinda, jelang petang kemarin berhasil menangkap 1 dari 2 buaya muara yang meresahkan petani kebun sayur di Jalan PM Noor, Samarinda. Induknya diperkirakan masih berkeliaran.

"Satu buaya sudah ditangkap. Tinggal yang berukuran besar, diperkirakan induknya masih ada di lokasi yang sama," kata koordinator relawan Info Taruna Samarinda (ITS), Joko Iswanto, dikonfirmasi merdeka.com, Senin (15/4) pagi.

Penangkapan buaya dengan cara manual yang diperkirakan merupakan anak buaya itu, cukup menyita waktu. Beberapa kali buaya hanya menyambar umpan usus ayam, yang dipasang bersama jerat tali.

"Akhirnya, mulut buaya itu masuk jerat, kemudian kita tarik ke daratan, pinggir rawa," ujar Joko.

Namun memang, penangkapan anak buaya itu bukanlah target sebenarnya. "Karena keterangan saksi mata Pak Sunar, buaya yang dia lihat sedang berjemur di pinggir rawa, berukuran lebih besar kehitaman. Diperkirakan itu induknya," tambah Joko.

Anak buaya itu sementara ini diamankan di posko Damkar Samarinda, untuk kemudian rencananya akan diserahkan ke BKSDA Provinsi Kalimantan Timur. "Apakah nanti dilepasliarkan lagi di habitatnya, itu keputusan BKSDA," ungkap Joko.

Diketahui, kemunculan buaya besar yang berjemur di pinggir rawa, sekitar kebun tanaman sayur terlihat seorang petani, Sunar (45), saat akan mandi, Sabtu (13/5) siang. Setelah informasi itu sampai ke telinga warga, relawan dan petugas Damkar dan dilakukan pengecekan kemarin, diperkirakan ada 2 buaya usai kemunculan buaya itu, petani sayur jadi was-was beraktivitas di kebun mereka.

Baca juga:
Dua Buaya Muncul ke Permukaan Bikin Geger Petani Sayur di Samarinda
Penyelundupan 8 Boks Daging Penyu ke Bali Digagalkan
Tengah Sadap Karet, Petani Diserang 2 Ekor Beruang
Dua Pemburu Hewan di Taman Nasional Way Kambas Diciduk Petugas
Polda NTT Sebut Pengamanan di Pulau Komodo Minim
Gubernur NTT Geram Komodo Diselundupkan: Ini Menunjukkan Indonesia Gagal Jaga TNK

(mdk/gil)