Diperiksa 2,5 Jam di KPK, Hasto Kristiyanto Ngaku Disuguhi Masakan Manado

Diperiksa 2,5 Jam di KPK, Hasto Kristiyanto Ngaku Disuguhi Masakan Manado
PERISTIWA | 26 Februari 2020 15:39 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto selesai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hasto dikorek mengenai kasus dugaan suap penetapan anggota DPR Fraksi PDIP Harun Masiku melalui mekanisme pergantian antar-waktu (PAW).

Hasto yang diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan ini mengaku dicecar 14 pertanyaan oleh tim penyidik lembaga antirasuah.

"Ada sekitar 14 hal-hal yang harus saya beri keterangan tersebut, untuk itu saya ikuti seluruh proses hukum dengan sebaik-baiknya," ujar Hasto di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/2).

Hasto menyatakan siap dipanggil kapanpun oleh tim penyidik jika keterangannya masih dibutuhkan. Menurut Hasto, PDIP komitmen dalam mentaati seluruh proses hukum yang berlaku.

"Maka pada hari ini saya memenuhi tanggung jawab saya, memenuhi panggilan dari KPK guna diminta keterangan sebagai saksi atas dugaan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oleh mantan komisioner KPU yaitu saudara Wahyu," kata Hasto.

Hasto yang diperiksa sejak pukul 10.00 WIB ini mengaku sempat disuguhi masakan Manado oleh tim lembaga antirasuah. Menurut Hasto, pemeriksaan oleh penyidik sangat efektif.

"(Pemeriksaan) efektif itu 2,5 jam, karena diselingi dengan istirahat siang dengan makan siang menunya itu makanan Manado. Kemudian setelah makan siang me-review berita acara sehingga akhirnya selesai," kata dia.

Saat disinggung soal materi pemeriksaan, Hasto tak bersedia membeberkan. Menurut Hasto, yang berhak mengumbar materi pemeriksaan adalah tim penyidik.

"Ini kan undangan yang diberikan ke saya sifatnya rahasia, tadi saya tanya ke penyidik bagaimana nanti, pihak KPK yang akan memberikan keterangan terkait materi tersebut," kata Hasto.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta. Harun hingga kini masih buron.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP menggantikan politisi meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp600 juta dari permintaan Rp900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp400 juta.

Reporter: Fachrur Rozie (Liputan6.com) (mdk/did)

Baca juga:
KPK Periksa Komisioner KPU Terkait Kasus Dugaan Penerimaan Hadiah
Kasus Suap PAW Harun Masiku, Hasto Penuhi Panggilan KPK
Apa Kabar Harun Masiku, Begitu 'Sakti' Hingga Kini Belum Ditemukan
Demokrat Duga Harun Masiku Dibunuh, PDIP Tolak Ikut Campur
Yasonna Ngaku Tak Kenal Masiku, Politisi Demokrat Bilang 'Jangan Bohong Pak Menteri'
Kasus Suap PAW Harun Masiku, KPK Kembali Panggil Ketua KPU Arief Budiman

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami