Diperiksa KPK, Ketua KPU Siap Jawab Semua Pertanyaan Penyidik

PERISTIWA | 28 Januari 2020 11:38 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia mengaku akan menjawab semua pertanyaan yang dilayangkan tim penyidik lembaga antirasuah.

"Saya enggak tahu kan pertanyaan penyidik apa. Pokoknya semua pertanyaan saya jawab," ujar Arief saat tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/1).

Arief sejatinya akan dimintai keterangan seputar kasus dugaan suap penetapan anggota DPR Fraksi PDIP melalui mekanisme pergantian antar-waktu yang menjerat mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Tak hanya Arief, KPK juga memanggil Komisioner KPU Viryan Arief, Bagian Legal VIP Money Changer Carolina, Kabag Umum KPU Yayu Yuliana, Kabiro Teknis KPU Nur Syarifah, serta Kasubag Pemungutan Perhitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilu KPU Andi Bagus Makawaru.

"Mereka semua akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAE (Saeful Bahri)," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (28/1).

Komisioner KPU Viryan Arief sudah lebih dahulu memenuhi panggilan pemeriksaan. Dia datang ke markas antirasuah sekitar pukul 09.45 WIB. Viryan mengaku menyampaikan soal penetapan anggota DPR melalui mekanisme pergantian antar-waktu.

"Yang akan disampaikan sesuai dengan apa yang sudah kami kerjakan. Perihal penetapan calon terpilih, kemudian seputar pergantian antar waktu yang sudah kami kerjakan kemarin," ujar Viryan.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp600 juta dari permintaan Rp900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp400 juta.

Reporter: Fachrur Rozie (Liputan6.com) (mdk/fik)

Baca juga:
PDIP Terbelah Gara-gara Rasuah
KPK Periksa Tersangka Korupsi Jalan di Bengkalis dan Asisten Wahyu Setiawan
KPK Perpanjang Masa Tahanan 3 Tersangka Kasus Korupsi PAW Harun Masiku
Pengacara Akui Wahyu Setiawan Sudah Ditanya KPK Soal Hasto dan PAW Harun Masiku
Wahyu Setiawan Kembali Jalani Pemeriksaan KPK
Ketua KPK: Yang Menyembunyikan Harun Masiku, Kita Tangkap

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.