Diperiksa Polisi, Pinkan Mambo Mengaku Diundang Menyanyi di Acara MeMiles

Diperiksa Polisi, Pinkan Mambo Mengaku Diundang Menyanyi di Acara MeMiles
PERISTIWA | 20 Januari 2020 12:28 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Penyanyi Pinkan Mambo menjalani pemeriksaan di Polda Jatim terkait kasus investasi bodong MeMiles. Ia dicecar sebanyak 30 pertanyaan selama kurang lebih 4 jam.

Uniknya, meski dijadwalkan diperiksa pukul 09.00 WIB, Pinkan justru mendatangi Mapolda Jatim sekitar pukul 05.30 WIB. Ia beralasan datang pagi, karena sedang meninggalkan enam anaknya di rumah.

Dikonfirmasi usai pemeriksaan, Pinkan mengaku dipanggil sebagai saksi dalam kasus ini. Ia juga mengakui, pernah datang dalam acara yang digelar oleh MeMiles dalam kapasitasnya sebagai penyanyi.

"Saya tidak terlibat, saya hanya menyanyi sebagai jasa penyanyi doang. (menyanyi) tanggal 15 Desember. Karena saat itu ada panggilan menyanyi ya saya datang, kan lumayan buat cicilan mobil," ujarnya, Senin (20/1).

Dia menambahkan, meski datang lebih pagi, penyidik baru dapat melakukan pemeriksaan sekitar pukul 07.00 WIB dan berakhir pukul 11.00 WIB. Soal materi pemeriksaan, ia meminta pada wartawan agar menanyakannya pada penyidik. Namun dia mengakui jika ada sekitar 30 pertanyaan yang disodorkan padanya.

"Nanti sama penyidik ya (materi pemeriksaan). Tadi banyak (pertanyaan), paling ada 30 pertanyaan saja," tegasnya.

Saat menerima job menyanyi, Pinkan mengaku pernah ditawari untuk ikut bisnis MeMiles. Namun ia menolak dengan alasan MeMiles tidak jelas bisnisnya.

"Saya tidak pernah mau (ditawari member), karena kan tidak jelas ya kan dan saya pinter-pinter kalau ikut bisnis," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, sesuai dengan kebutuhan penyidik Pinkan Mambo memang dipanggil sebagai saksi. Ia pun mengapresiasi atas kedatangan Pinkan, yang sejak pagi sudah ada di Mapolda Jatim.

Disinggung soal hasil pemeriksaan, Truno mengaku masih harus menunggu dari penyidik. "Untuk hasilnya tentu kita menunggu hasil dari penyidik. Saya mengapresiasi, karena mbak Pinkan sebagai warga negara yang baik. Panggilan itu, padahal jam 9, tapi Mbak Pinkan jam 5.30 WIB sudah di Polda. Artinya harapan kami besar kepada para saksi untuk hadir dalam proses penyidikan. Seperti halnya yang dilakukan oleh mbak Pinkan Mambo ini," tegasnya.

Soal pemanggilan keluarga Cendana, Truno menyatakan, Rabu depan harusnya mereka dapat datang ke Polda Jatim. Namun untuk kepastiannya, ia harus konfirmasi ke penyidik.

"Panggilannya Rabu, nanti konfirmasi lagi ke penyidik. (status) Itu hanya sebagai saksi, katanya.

Sebelumnya, dua publik figur juga sudah memenuhi panggilan pemeriksaan. Keduanya adalah penyanyi Eka Delli dan Marcello Tahitoe alias Ello. Kedua publik figur tersebut bahkan harus mengembalikan reward atau hadiah berupa mobil dari MeMiles pada polisi.

Kasus investasi bodong MeMiles dibongkar oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur. Dalam kasus ini polisi telah menetapkan 5 tersangka yaitu Kamal Tarachan (47), selaku Direktur PT Kam and Kam; Suhanda (52), sebagai manajer.

Kemudian dr Eva Martini Luisa, sebagai motivator; Prima Hendika, Kepala Tim IT Memiles, serta W, orang kepercayaan direktur PT Kam and Kam yang bertugas membagi reward kepada para member.

Polisi juga menyita barang bukti uang tunai dari tersangka sebesar Rp124 miliar, 20 an unit mobil, dua sepeda motor, serta puluhan barang elektronik dan beberapa aset berharga lainnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Menelusuri Markas MeMiles
Membedah Investasi Bodong MeMiles
Belajar Kasus MeMiles, Ini Ciri-ciri Investasi Bodong
Investasi Bodong Merajalela, Salah OJK atau Masyarakat?
Kasus MeMiles, 3 Anggota Keluarga Cendana akan Diperiksa Polisi
Polisi Kesulitan Lacak Aset MeMiles Senilai Rp350 Miliar

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami