Dipolisikan hoaks Ratna, Waketum Gerindra ancam balik Farhat Abbas dan Cak Imin

PERISTIWA | 4 Oktober 2018 15:43 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Pengacara Farhat Abbas melaporkan 17 tokoh yang dinilai turut serta menyebarluaskan berita bohong atau hoaks mengenai penganiayaan terhadao Ratna Sarumpaet. Salah satunya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Pouyono.

Tak gentar, Arief justru mengancam melaporkan balik Farhat Abbas. Jika dalam kurun waktu 3 kali 24 jam Farhat tidak meminta maaf.

"Aku laporin dia ke Polisi karena sudah nyebar nyebarin LP polisi ke Medsos. Dia bisa di jerat pasal kejahatan IT. Karena LP itu tidak boleh disebar sebar ke publik," kata Arief pada wartawan, Kamis (4/10).

Arief juga akan membuat laporan ke lembaga advokat untuk mencabut gelar pengacara Farhat Abbas. Sebab, dia menilai Farhat melanggar kode etik pengacara.

"Karena melanggar kode Etik sebagai Pengacara dengan mengunakan kemampuannya sebagai Pengacara untuk buat ngawur-ngawuran untuk menindas Dan menzalimi Saya sebagai masyarakat yang ketipu sama Ratna Sarumpet dan kadang ketipu Pemerintah dan sudah buat malu organisasi advokatnya," ungkapnya.

Dia mendesak Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk mencopot Farhat sebagai caleg dari partainya. Jika tidak dipecat Arief akan mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memproses kasus korupsi yang diduga melibatkan Cak Imin.

"Ketiga Saya akan laporkan ke Muhaimin Iskandar untuk memecat Farhat dari PKB jika tidak memecat Farhat maka Saya akan desak KPK untuk lanjutkan kasus Kardus Duren di KPK," ucapnya.

Sebelumnya, pengacara Farhat Abbas menyambangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Prabowo Subianto terkait penyebaran hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet. Bukan hanya itu, ada 16 nama lainnya yang juga turut dilaporkan

Farhat menganggap berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet itu merugikan Jokowi. Para politikus pun ramai-ramai malah menggunakan berita tersebut untuk menjatuhkan citra mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Prabowo dinilai tidak teliti mencerna perkara tersebut. Bahkan, langsung mengadakan konferensi pers seakan berupaya menggiring opini publik terkait pelanggaran HAM.

Sejumlah nama politikus yang dilaporkan adalah Prabowo Subianto, Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Rachel Maryam, Rizal Ramli, dan Nanik Deang. Kemudian Ferdinand Hutahaean, Arief Puyono, Natalius Pigai, Fahira Idris, Habiburokhman, Hanum Rais, Said Didu, Eggy Sudjana, Captain Firdaus, Dahniel Azar Simanjuntak dan Sandiaga Uno.

Mereka dilaporkan atas dugaan pelanggaran tindak pidana ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong alias hoaks. Laporan itu sendiri bernomor LP/B/1237/X/2018/BARESKRIM.

Baca juga:
Hidayat sebut proses hukum terhadap Ratna Sarumpaet adalah sebuah konsekuensi
Polisi usut bocornya data penyelidikan hoaks Ratna Sarumpaet
Bawa isu ekonomi, Sandi yakin elektabilitas naik meski diterpa hoaks Ratna Sarumpaet
DIpolisikan, Fadli Zon tak merasa ikut menyebarkan hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet
GNR laporkan Prabowo-Sandiaga ke Bawaslu
Gerindra sebut Prabowo sudah biasa dikhianati, dibohongi, dan dikibuli

(mdk/noe)