Direktur Poltekkes Kupang Sebut Pelaku yang Ambil iPhone 11 Belum Jadi Dosen Tetap

PERISTIWA | 11 Desember 2019 19:58 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Direktur Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Kupang, Kristina menuturkan bahwa NAY, pelaku yang mengambil iPhone 11 di ATM merupakan calon pegawai negeri sipil dan belum diangkat menjadi dosen.

Menurut Kristina, pihak Poltekkes menghargai proses hukum terhadap NAY, dan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Pihak kampus sedang berupaya untuk memberi perlindungan terhadap yang bersangkutan.

"Hal ini dia sendiri yang tahu, kita tidak bisa jelaskan, tapi kami tidak menutup mata supaya masalah ini cepat selesai. Kami berharap masalah yang ada bisa diselesaikan secara baik-baik," ujar Kristina kepada wartawan, Rabu (11/12).

Kristina meminta maaf kepada pemilik handphone dan dia berjanji akan berusaha menemui pemilik handphone.

"Kami mohon maaf untuk pemilik handphone, kami akan berusaha untuk bertemu pemilik handphone. Dia orangnya pendiam, kami akui kesalahan dia," ungkapnya.

Kristina mengakui, yang bersangkutan belum diakui sebagai dosen tetap, karena harus melewati tiga kriteria salah satunya mendapatkan sertifikasi dosen.

"Dia masih CPNS belum dosen tetap, karena harus lewati tiga tahapan salah satunya harus punya sertifikasi dosen. Yang bersangkutan di Teknologi Laboratorium Medis (TLM), jelasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Seorang Dosen di Kupang Ditangkap Polisi Usai Curi iPhone 11
10 Kali Beraksi di RSUD Garut, Pencuri Ini Akhirnya Ditangkap
Berusaha Kabur, Perampok Toko Emas di Batubara Ditembak Mati Polisi
Satu Minggu Merantau ke Kupang, Pria Asal Medan Ditangkap usai Curi Motor
Kerbau Patungan Warga untuk Kurban Dicuri di Bogor

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.