Dirjen Dukcapil Sebut Program Jemput Bola Bikin Perekaman e-KTP Meningkat 100 Persen

PERISTIWA | 29 Desember 2018 15:26 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Dalam Negeri, melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sudah menerapkan sistem jemput bola sejak 27 Desember 2018, ke sejumlah wilayah. Tim dari dinas menyasar penduduk masih belum memiliki KTP elektronik atau e-KTP.

Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh, mengklaim tahap awal tidak mengecewakan justru masyarakat sangat antusias.

"Masyarakat antusias mengikuti program jemput bola ini. Pelaksanaanya bervariasi yaitu di rutan, lapas, pesantren, kantor desa, kantor kecamatan, mall dan pabrik serta perkantoran," ucap Zudan saat dikonfirmasi, Sabtu (29/12).

Menurutnya, sistem itu membuat pengajuan e-KTP mengalami kenaikan 100 persen dari hari biasa. Dan angkanya cukup signifikan.

"Hasil perekaman tanggal 27 naik 100 persen, dibandingkan hari biasa. Pada hari biasa jumlah perekaman 30 ribuan, kemarin sehari tembus 66 ribuan," jelas Zudan.

Namun, masih ada daerah yang sampai saat ini belum melaporkan hasil jemput bola perekaman e-KTP . Kebanyakan Indonesia bagian Timur.

"Ada beberapa daerah yang belum melaporkan hasil jemput bolanya. 17 Kabupaten Kota di Papua, 4 Papua Barat dan 6 dari NTT," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Baca juga:
Hari Ini, Perekaman e-KTP di Depok Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB
Hari Ini, Perekaman e-KTP untuk Usia Pemula Digelar Secara Serentak
Mendagri Perintahkan e-KTP Rusak Dimusnahkan di Akhir Tahun
Mulai 27 Desember, Kemendagri Jemput Bola Warga Tak Punya e-KTP
Kemendagri Buka Posko Bantuan Dokumen Kependudukan Korban Tsunami di Lampung
Hari Ini, Serentak di Seluruh Indonesia Pemusnahan e-KTP Rusak

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.