Ditjen Imigrasi Sebut Adelin Lis Tercatat Pernah Pegang Empat Paspor

Ditjen Imigrasi Sebut Adelin Lis Tercatat Pernah Pegang Empat Paspor
Kejagung Jumpa Pers Penangkapan Adelin Lis. tayangan Kompas TV
PERISTIWA | 21 Juni 2021 18:16 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi, Arya Pradhana Anggakara mengungkapkan, pemalsuan paspor yang dilakukan Adelin Lis, buronan Kejaksaan Agung (Kejagung) atas perkara pembalakan liar sejak 2008 lalu. Dia mengatakan Adelin Lis tercatat telah memegang Paspor sebanyak 4 kali.

"Kronologi Paspor Adelin Lis Alias Hendro Leonardi Buronan Kejaksaan Agung Adelin Lis alias Hendro Leonardi tercatat pernah memegang Paspor RI sebanyak 4 (empat) kali. Dalam data yang dimiliki Direktorat Jenderal Imigrasi," katanya dalam keterangan pers, Senin (21/6).

Dia mengatakan, Adelin pertama kali pernah memegang paspor RI atas nama Adelin Lis yang diterbitkan di Polonia pada 2002, yaitu Hendro Leonardi diterbitkan di Jakarta Utara pada 2008 dan 2013, selanjutnya pada 2017 atas nama Hendro Leonardi diterbitkan di Jakarta Selatan.

"Ditjen Imigrasi baru menggunakan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) pada tahun 2009. Sebelum tahun 2009, data pemohon paspor hanya tersimpan secara manual di server kantor imigrasi setempat dan tidak terekam di Pusat Data Keimigrasian," ungkapnya.

Hal tersebut menyebabkan Adelin Lis dapat mengajukan paspor pada tahun 2008 dengan menggunakan identitas Hendro dan tidak terdeteksi. Arya menerangkan, seluruh persyaratan permohonan paspor dan mekanisme penerbitan paspor telah melalui ketentuan yang berlaku.

Adelin melakukan penyerahan berkas persyaratan, pemeriksaan berkas, wawancara, dan pengambilan sidik jari dan foto. Adelin juga telah melampirkan serta menunjukkan dokumen yang menjadi syarat permohonan baik yang asli maupun fotokopi kepada petugas yaitu KTP, Surat Bukti Perekaman KTP Elektonik, KK, Akta Lahir, dan surat pernyataan ganti nama

"Saat ini Ditjen Imigrasi sedang berkoordinasi dengan Ditjen Dukcapil untuk melakukan pendalaman terkait keabsahan data diri atas nama Hendro Leonardi," terangnya.

Kemudian dia mengatakan jika terbukti telah terjadi pemalsuan data untuk memperoleh paspor maka Adelin Lis dapat dikenakan Pidana Keimigrasian Pasal 126 UU No.6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. Arya juga berjanji akan memberikan info lebih lanjut terkait hasil koordinasi yang sedang dilakukan.

"Informasi dan perkembangan lebih jauh tentang hasil koordinasi ini akan segera disampaikan dalam beberapa hari ke depan," tutupnya. (mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami